Sebelumnya
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim adalah Tokoh Pemulihan dan Transformasi Industri Baja Nasional. Dua tahun terakhir, atau selama pandemi, Krakatau Steel justru menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Setelah delapan tahun sebelumnya, Krakatau dicap sebagai perusahaan sekarat atau hampir mati. Silmy memang dikenal sebagai dokter spesialis BUMN sakit. Di saat pandemi, Krakatau Steel mengantongi investasi senilai 3,5 miliar dolar AS atau setara Rp 52 triliun dari Pohang Iron and Steel Company (Posco), Korea. Sehingga berhasil menjaga industri baja nasional tetap hidup, bahkan bangkit kembali.
Selama masa pandemi, situasi politik, sosial dan keamanan tergolong stabil. Padahal di beberapa negara, krisis kesehatan dan ekonomi telah menimbulkan gejolak dan kerawanan. Salah satunya, upaya penangkalan ajaran radikalisme berbungkus isu-isu anti vaksin, dan sebagainya, yang menjadi area kerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Baca juga : Pemerintah Siapkan Layanan Safari Wukuf Untuk Jemaah Haji Yang Sakit
Kepala BNPT RI Komjen Boy Rafli Amar adalah Tokoh Penanggulangan Radikalisme Dan Terorisme, yang aktif bekerja meluncurkan berbagai program anti radikalisme di masa pandemi.
Selama Covid melanda, paham radikalisme dan terorisme sebetulnya tumbuh subur. Bak virus Corona, penyebarannya pun kian masif, terutama lewat media sosial. Menangani virus radikalisme dan terorisme, Boy Rafli menyiapkan 4 vaksin. Yaitu konsensus kebangsaan, revitalisasi nilai-nilai Pancasila, moderasi beragama, dan penguatan budaya Nusantara. Selain itu, ada langkah inovatif yaitu program deradikalisasi berbasis kesejahteraan. Namanya Kawasan Terpadu Nusantara (KTN). Para mantan napiter yang selesai menjalani masa hukuman, dapat bergabung dengan koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, termasuk para keluarganya. Dan berkegiatan di kawasan ekonomi inti, kawasan penyangga dan kawasan plasma kemitraan, di beberapa daerah di Indonesia.
Baca juga : Pemerintah Bantu Perumahan Untuk Pejuang Reformasi
Rakyat Merdeka Award kategori khusus diberikan kepada dua profesor hebat. Yaitu Prof KH Nasaruddin Umar dan Prof Tjandra Yoga Aditama. Keduanya hadir dan menerima penghargaan di Hotel Indonesia Kempinski, pada Rabu (28/9/2022).
Prof Nasaruddin Umar adalah Tokoh Pemersatu dan Penyejuk Bangsa. Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu sangat aktif menulis, dan ada kolom khususnya di Rakyat Merdeka. Filosopi dasar setiap tulisannya, menyerukan persatuan. Menghimpun yang berserakan, menyatukan yang berbeda, mempersamakan yang berkonflik dan selalu mencari titik temu. Biasanya, Prof Nasar menulis tengah malam. Usai tajahud. Dalam suasana batin yang bersih, sehingga memberinya banyak inspirasi. Dalam lima tahun terakhir, tak kurang ada 6 ribu artikel telah ditulis Prof Nasaruddin, termasuk yang ditayangkan Rakyat Merdeka.
Baca juga : Beban APBN Berkurang Beban Rakyat Bertambah
Prof Tjandra Yoga Aditama adalah Tokoh Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat. Selama pandemi, Prof Tjandra memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui artikel yang ditulisnya hampir setiap hari. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini tidak lelah mengajak dan mengingatkan masyarakat mengenai bahaya Covid. Banyak pandangan, data, analisa science termasuk tips untuk masyarakat agar terhindar dari Covid. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.