BREAKING NEWS
 

Jokowi Bicara Ancaman Krisis Dunia Lagi

Kira-kira Begini Kondisinya Saat The Perfect Storm Datang

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 6 Oktober 2022 06:45 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Humas Setkab/Teguh)

 Sebelumnya 
Lebih parahnya lagi, kata dia, angka kemiskinan bakal naik. Stunting yang terus ditekan berisiko mengalami kenaikan. “Karena harga pangan jadi lebih mahal, atau harganya tidak bisa dijangkau masyarakat,” ulas Bhima.

Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengantisipasinya. Seperti mempercepat transisi ke indus­tri pengolahan, gencar mencari negara alternatif mitra dagang, pertahankan konsumsi rumah tangga dengan menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 8 persen. Lalu pemberian insentif manufaktur dan meningkatkan jaring pengaman sosial.

Baca juga : Wapres Tekankan Pentingnya Inovasi Pertanian

Peneliti INDEF, Sugiyono Madelan menyoroti The Perfect Storm terkait inflasi yang tinggi membuat Bank Sentral Amerika menaikkan suku bunga secara bertahap hingga akhir tahun. “Hal itu berdampak mempengaruhi pergerakan investasi dan keuangan dunia, termasuk di Indonesia itu Bank Indonesia akhirnya bertindak menaik­kan suku bunga bank,” kata Sugiyono.

Kenaikan suku bunga bank sentral mendorong suku bunga perbankan ikut naik, yaitu per­kreditan. Masalah ini menyebab­kan debitur kesulitan, misalnya sektor properti. Imbasnya, bank yang tidak sehat dan kurang sehat menghadapi Net Interest Margin (NIM) negatif.

Baca juga : Syukurlah Stok Beras Indonesia Masih Aman

Kemudian, beberapa bank akan mengalami kesulitan likuiditas keuangan. Bahkan, mung­kin ada yang bermasalah men­jadi membesar sebagai krisis moneter jika bank-bank yang bermasalah tersebut mengalami gejala yang bersifat sistemik.

Jika hal itu gagal dicegah oleh moneteris dan fiskalis, maka akan terjadi PHK massal. Apabila kondisi APBN ber­masalah, tanpa kucuran Bantuan Langsung Tunai dan program jaminan sosial dalam bentuk pekerjaan padat karya, maka pengangguran bakal melonjak.

Baca juga : Jokowi: Negara Lain Banyak Yang Krisis Pangan, Lahan Kosong Jangan Dibiarkan

Yang harus dilakukan Pemerintah adalah mencegah pembu­rukan itu dengan menggunakan kebijakan moneter dan fiskal yang lebih berhati-hati dengan banyak belajar dari kejadian krisis moneter 1996-1997, krisis ekonomi 1998, krisis morgage 2008, dan krisis energi harga tinggi tahun 2012. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense