BREAKING NEWS
 

Sekda Kota Bandung: Gratifikasi Akar Korupsi dan Sumber Konflik Kepentingan

Reporter : DIDDY RACHMAT RIDJADI
Editor : FAZRY
Selasa, 11 Oktober 2022 16:08 WIB
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna

RM.id  Rakyat Merdeka - Seluruh Aparatur Sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung diminta mewaspadai celah gratifikasi. Pasalnya, gratifikasi dapat menyeret ASN ke ranah hukum.

"Gratifikasi merupakan akar korupsi dan sumber dari conflict of interest (konflik kepentingan). Kita sudah ada perwal tetang pengelolaan gratifikasi," ujar Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, di Balaikota Pemkot Bandung, Selasa (11/10/2022).

Menurutnya, salah satu upaya untuk mencegah gratifikasi bisa melalui Monitoring Center for Prevention (MCP).

Baca juga : Makin Menguat, Warga Bandung Deklarasikan Relawan Saung Ganjar

MCP merupakan sebuah aplikasi atau dashboard yang dikembangkan oleh KPK untuk melakukan monitoring capaian kinerja program pencegahan korupsi, melalui perbaikan tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

"Kalau sudah berbicara evaluasi MCP itu ternyata melibatkan semua pejabat, institusi, dan OPD. Ini menjadi salah satu PR besar di Pemkot Bandung, terutama pada Unit Pengelola Gratifikasinya yang belum berjalan dengan maksimal," ungkapnya. 

Dia menjelaskan, seluruh tindak tanduk ASN Kota Bandung dalam menjaga integritasnya telah tertuang dalam Perwal nomor 15 tahun 2014 tentang pengendalian gratifikasi.

Adsense

Baca juga : HET Disebut Jadi Biang Kerok Kelangkaan Migor

Lalu, terdapat pula pada UU 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Ema memaparkan, ada beberapa hal yang perlu dicermati agar para ASN tidak terjerembab dalam conflict of interest. Salah satunya memperhatikan aspek kepastian hukum.

"Kita harus benar-benar yakini apa yang dilakukan tidak melanggar," tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense