BREAKING NEWS
 

Perhelatan G20 Dongkrak Pariwisata Pulau Dewata

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 13 November 2022 06:35 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi G20 - Kepala negara yang hadir di G20 (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

 Sebelumnya 
“Serapan tenaga kerja di sek­tor pariwisata, khususnya ho­tel, sudah mencapai sekitar 80 persen terhadap para pekerja yang saat masa pandemi diru­mahkan,” katanya.

Nyoman menuturkan, Pemerintah masih harus memantau, menjaga dan meningkatkan pencapaian itu. Terutama, nanti pasca-G20. Terlebih pada 2023, diprediksi terjadi krisis global seperti inflasi, krisis pangan, energi, dan lain-lain yang bakal berdampak terhadap Indonesia.

“Kami berharap KTT G20 bisa merumuskan berbagai kebi­jakan signifikan dan membantu persoalan-persoalan yang me­nyangkut pembangunan manusia dan kebudayaan di Indonesia,” tutur Nyoman.

Kantongi Deal Investasi

Baca juga : Jelang KTT G20, Bandara Juanda Siapkan 17 Stand Parkir Pesawat

Menteri Investasi/Kepala Ba­dan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahada­lia mengatakan, sebagai tuan rumah G20, Indonesia sukses mengantongi beberapa deal investasi.

“Ada deal investasi pada per­temuan G20, dengan beberapa negara. Namun angkanya belum bisa saya sampaikan,” ujar Bahlil.

Dia menyebut, Indonesia ketiban berkah dari pertemuan G20 di Bali.

“Berkahnya, Indonesia dipas­tikan akan kebanjiran investasi inklusif yang adil, berkuali­tas dan bertransformasi,” kata Bahlil.

Baca juga : Pertemuan Firli Bahuri Dengan Lukas Enembe Tak Dipermasalahkan Dewas KPK

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengakui, manfaat langsung memang dirasakan se­lama pelaksanaan G20 dan side event yang digelar di beberapa kota di Indonesia. Paling terli­hat dari okupansi kamar hotel, permintaan conventional hall yang naik, kemudian penda­patan tiket penerbangan untuk rombongan G20.

“Namun untuk angka Rp 7,4 triliun seperti yang diungkap­kan Pemerintah saya rasa ter­lalu over estimate,” kata Bhima kepada Rakyat Merdeka.

Ia memprediksi, perdagangan dan aktivitas pariwisata di Bali justru akan terganggu saat pelak­sanaan KTT G20 pada 15-16 November mendatang. Karena turis asing yang mau masuk ke Bali mungkin tertunda akibat perhelatan G20.

“Belum lagi, akan ada pengeta­tan aktivitas pariwisata karena banyak pemimpin negara atau setingkat menteri yang hadir di KTT G20 nantinya,” lanjutnya.

Baca juga : Puluhan Ribu Pekerja Kena PHK

Bhima berharap, KTT G20 dapat mencari solusi dalam me­mecahkan masalah krisis pangan global.

“Beberapa agenda G20 perlu segera direalisasikan, salah satunya upaya mitigasi krisis pangan yang sudah jadi anca­man beberapa negara,” tegas Bhima. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense