Sebelumnya
Terhitung sejak Januari sampai November 2022, terdapat 8,296 dokter yang telah menerima manfaat dari layanan pemeriksaan laboratorium Prodia.
Ke depannya angka ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan bertumbahnya jumlah profesi dokter di Indonesia. Inisiasi kerja sama ini tentunya diharapkan dapat mendorong adanya transfer of knowledge antara Prodia dengan IDI dan sebaliknya.
Baca juga : Punya Kesamaan Karakter Budaya, Erick Thohir Memikat Masyarakat Minangkabau
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar IDI, Dr. Ulul Albab, menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya,, sebagai top of mind rujukan laboratorium di Indonesia, Prodia memiliki kapabilitas untuk bisa berkontribusi dalam pemberdayaan profesi dokter dana tenaga kesehatan.
"PB IDI optimis kerja sama ini dapat membawa perkembangan yang signifikan, bukan hanya untuk para profesi dokter, tentunya juga untuk masyarakat melalui aspek pelayanan yang semakin baik.” ujar Ulul.
Sebagai informasi, hingga September 2022, Prodia telah menjalin kerjasama dengan 44 instansi dan lembaga dari berbagai bidang, seperti pendidikan, riset dan penelitian, perolehan manfaat laboratorium medis, dan bidang-bidang lainnya. .Kerja sama dengan PB IDI menjadi salah satu realisasi kerja nyata Prodia dalam meraih visi sebagai The Center of Excellence laboratorium kesehatan Indonesia. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.