Sebelumnya
Kata @Hndoko7, dengan sistem proporsional terbuka, masyarakat dapat lebih mengenal wakil yang dipilihnya. Sementara proporsional tertutup, kata @MFNurhuday, seperti memilih kucing dalam karung.
“Menjauhkan DPR dengan pemilih,” ujar @MFNurhuday.
Baca juga : Top, Ternak Lele Binaan Sandiaga Cetak Omzet Hingga Belasan Juta Rupiah
Akun @nasywalifia001 menilai, sistem proporsional terbuka merupakan pemilu yang adil. Pasalnya, setiap warga berhak menentukan pilihannya sesuai dengan calon yang mereka anggap terbaik. Dan, masyarakat pun,kata dia, dapat menyalurkan aspirasinya di DPR.
“Demokrasi di Indonesia sudah maju dengan sistem proporsional terbuka, jadi jangan dimundurkan lagi dengan sistem pemilu proporsional tertutup,” ujar @ilutfiTaufiq90.
Baca juga : Dibuka Loyo, Masih Ada Harapan Rupiah Menguat
Akun @Abdullahmahdi2 menilai, sistem proporsional terbuka pada 3 kali momen Pemilu terbukti lebih efektif menghasilkan pemimpin-pemimpin legislatif yang punya kapasitas dan berkualitas. Sementara, proporsional tertutup, kata @juned_al_syamta, hanya menguntungkan para elite politik yang punya modal tapi tidak punya basis massa.
“Tolak sistem pemilu proporsional tertutup ala Orde Baru karena caleg bersifat pasif. Dukung pemilu proporsional terbuka karena caleg yang dipilih sudah pasti yang aktif berkarya dalam masyarakat,” tandas @roselyhelena6.
Baca juga : Silakan Sandiaga Maju Pilpres, Tapi Nggak Lewat Gerindra
Sementara, @ssrieyono setuju dengan sistem pemilu proporsional tertutup. Dia bilang, kesulitan proporsional terbuka adalah praktek-praktek yang secara sadar menghadirkan kapitalisme di ruang publik demokrasi.
“Di mana banyak orang baik yang akan dipilih, maupun sebagai pemilih menjadikan kapital sebagai hal utama. Ini menghilangkan esensi dari demokrasi itu sendiri,” kata dia. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.