BREAKING NEWS
 

Soal Pilihan Masuk Politik

Jokowi Bebaskan Kaesang

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 30 Januari 2023 06:52 WIB
Presiden Jokowi bersama Menko Polhukam Mahfud MD, Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memukul rebana dalam acara kick off Keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (19/1). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi tak pernah mengatur-atur dan mengarahkan anak-anaknya mau jadi apa. Jokowi selalu memberikan kebebasan asal bertanggung jawab. Makanya, saat Kaesang Pangarep, putra bungsunya menyatakan tertarik masuk politik, Jokowi tak melarangnya.

Jokowi menerangkan, Kaesang sudah mengutarakan ketertarikannya masuk dunia politik di hadapannya. "Sudah ngomong ke saya, tapi saya selalu memberikan kebebasan pada mereka," ungkap Jokowi, di Sarinah, Jakarta Pusat, kemarin.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, memberi kebebasan ihwal ketertarikan putra bungsunya ikut untuk mengikuti jejak dirinya dan juga Gibran Rakabuming Raka. Meski menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia, Jokowi mengaku tak pernah mempengaruhi anak-anaknya untuk terjun ke politik.

Jokowi juga memberikan kebebasan jalur politik yang akan dipilih Kaesang. "Saya nggak akan ikut-ikut," kata Jokowi, memastikan.

Sampai kemarin, Kaesang belum buka suara mengenai keinginan ini. Di akun medsosnya juga tidak bicara. Kemarin, dia hanya mengulas mengenai aksi pelemparan baru yang dilakukan para suporter Persita Tangerang ke bus yang ditumpangi Persis Solo, di Tangerang.

Baca juga : Jokowi: Saya Nggak Akan Ikut-Ikut

Meski begitu, pesona Kaesang tetap tinggi. Ketertarikannya masuk politik disambut baik sejumlah parpol. Baik PDIP, Gerindra, Golkar, PPP, PSI, bahkan Demokrat pun membukakan pintu bagi Kaesang jika ingin bergabung.

Mendapati hal tersebut, PDIP selaku partai yang menaungi Jokowi dan Gibran, buka suara. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menganggap wajar respons sejumlah partai atas ketertarikan Kaesang. "Dalam era multi partai, memang ada kontestasi parpol," tuturnya, di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/1).

Namun, Hasto memastikan, jika Kaesang mau masuk PDIP, tidak akan diistimewakan. Dia menegaskan, siapa saja yang masuk ke PDIP, harus siap digembleng. Yang bergabung dengan PDIP harus mengikuti berbagai pendidikan politik dan kaderisasi.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio melihat, ada pola yang sama dalam perjalanan hidup anak-anak Jokowi. Juga menantu Jokowi. Awalnya, mereka menjadi pengusaha dulu, lalu menikah. Setelah menikah, baru masuk politik. “Polanya sama: pengusaha, menikah, masuk politik," kata pria yang akrab disapa Hensat ini, tadi malam.

Adsense

Menurutnya, pola seperti ini tak akan terulang tanpa contoh. Artinya, keinginan Kaesang terjun ke politik karena melihat langsung bapak dan kakak-kakaknya yang berkecimpung di dunia publik.

Baca juga : AC Milan Vs Sassuolo, Rossoneri Butuh Kemenangan

Apakah Kaesang mampu tanpa Jokowi? Hensat ragu. Sebab, ketertarikan Kaesang dimunculkan saat Jokowi masih jadi Presiden.

Ada dua agenda politik besar ke depannya. Pertama, Pileg 2024. Jika Kaesang maju pada Pileg, Jokowi masih jadi Presiden. "Kan dia baru diganti Oktober 2024. Jadi pasti, partai-partai itu dapat manfaat dong. Dari popularitas Kaesang, dan Jokowi," kata Hensat.

Kedua, Pilkada 2024. Kontestasi ini berlangsung pada November 2024, dan Jokowi sudah tak menjabat sebagai presiden. Dia menduga, jika mau di Pilkada, Kaesang akan lebih sulit bergerak ketimbang maju sebagai caleg.

Di balik peluang kesuksesan Kaesang, Hensat menggarisbawahi kebebasan yang diberikan Jokowi. Menurut undang-undang dan demokrasi, ketertarikan dan sikap Jokowi tidak salah.

"Tapi kan kalau sebagai negarawan, berpikirnya bukan cuma itu. Tapi patut atau tidak," ucap Hensat.

Baca juga : Kaesang Dicari-cari Netizen

Sementara, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, memang Jokowi membebaskan dan menyatakan tak ikut campur. Namun, Jokowi tetap terlibat dalam kampanye dan mengupayakan bagi keluarganya.

Menurut Dedi, memberi kebebasan saja tidak cukup. Akan lebih baik lagi jika Jokowi membatasi keluarganya agar tidak ikut dalam pusaran kekuasaan.

Sedangkan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno memandang, jalan Kaesang akan sangat mulus. Sebagai anak Presiden, Kaesang sudah memiliki infrastruktur dan faktor penunjang lainnya.

"Anak elite lain saja mudah, apalagi Kaesang yang anak Presiden, serba mudah merambah dunia politik. Sekarang banyak politisi muda bermunculan. Jika ditelusuri, hampir pasti semuanya anak elite di semua level," pungkasnya.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense