Sebelumnya
Ciri khas sudah pulihnya suatu wilayah itu, di antaranya, sungainya sudah kembali jernih, debit air meningkat, suhu rata-rata areanya kembali dingin.
Pemulihan lingkungan ini, kata dia, disertai dengan ekonomi. Peningkatan pendapatan di masyarakat.
"Kami menawarkan konsepsi ini sebetulnya bukan menawarkan konsep yang kosong atau hipotesa. Yang kami tawarkan adalah sesuatu yang nyata, yang jalan di masyarakat tetapi belum mendapatkan sentuhan kebijakan. Sentuhan fasilitas dari negara," bebernya.
Sementara itu, Pokja Politik Walhi M Islah menuturkan, tahun depan, Indonesia sudah menghadapi Pemilu. Oleh karena itu tahun ini merupakan tahun yang krusial.
Baca juga : Pemilu 2024, Pers Diharap Cegah Pembelahan Sosial
Namun, terdapat satu isu yang selalu dibicarakan yaitu Perubahan Iklim. Bagi Indonesia, perubahan iklim tak lagi sekadar isu, melainkan suatu masalah yang sudah dihadapi.
"Dunia saat ini membutuhkan pemimpin yang peduli dengan keberlangsungan kehidupan. Apakah bumi akan menunjang kehidupan kita atau tidak, itu yang perlu diantisipasi. Dunia butuh pemimpin yang peduli dengan lingkungan," tambah dia.
Islah pun berharap, partai politik sudah mempersiapkan calon yang memiliki visi misi kepada lingkungan. Juga, yang paham bahwa keberlanjutan lingkungan lebih penting daripada mengeruk keuntungan.
Sementara masyarakat harus memperkuat soliditas. Jangan sampai terpecah belah.
Baca juga : Di Tengah Dinamika Koalisi Jelang Pemilu 2024, KIB Kudu Makin Solid
"Kuncinya tetap ada di rakyat Indonesia, pilih parpol yang berbobot. Jalankan Pemilu dengan baik, jujur, dan adil," ingat Islah.
Antropolog Suraya A. Afiff melihat dalam konteks Pemilu, bagaimana oligarki lokal masih memberikan pengaruh, politik dinasti.
"Lingkungan tidak jadi prioritas, itu menjadi kendala. Sementara Oligarki menunggu yang menguntungkan mereka," ungkap dia.
Dia pun berharap agar rakyat tidak hanya sekadar memilih dalam Pemilu. Dia juga mendorong agar terbangun gerakan lingkungan yang efektif.
Baca juga : Jelang Pemilu 2024, Mardiono Optimis DPW PPP Kaltim Bisa Dulang Banyak Suara
"Pemerintah tidak akan berubah kecuali dari rakyat. Oleh karena itu, semua harus memahami bahwa aktivisme tak hanya Non Government Organization (NGO), tetapi juga semua elemen masyarakat dapat menjadi aktivis. Siapapun bisa menjadi aktivis," ucapnya.
Sebuah perubahan, kata dia, tidak bisa semata pada pemerintah, namun rakyat memiliki pengaruh besar. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.