BREAKING NEWS
 

Gus Yahya: PBNU Siapkan Platform Putus Problem Kekerasan Dunia

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Rabu, 5 April 2023 10:06 WIB
Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf saat Seminar Nasional bertema Menafsirkan Kembali Gagasan Fikih Peradaban dalam Perspektif Geopolitik Islam di Gedung Prof Soenarjo, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (4/3). (Foto: NU Online)

 Sebelumnya 
Lebih lanjut, Gus Yahya menyampaikan, masih ada kelompok yang menolak negara bangsa dan menggunakan kekerasan untuk mewujudkan cita-citanya berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an dan hadits.

Adsense

Karenanya, ia menegaskan perlu dasar pijakan yang bisa menjadi dalil supaya kehidupan yang harmoni terwujud.

"Maka mendesak sekali bagi kita semua untuk segera menemukan landasan agar keseluruhan kehidupan umat manusia ini, bisa dibangun di atas prinsip interaksi, prinsip pergaulan kemanusiaan yang lebih menjamin perdamaian," ujar Gus Yahya.

Baca juga : DKPP Akan Putus Pekan Ini

Oleh karena itu, Gus Yahya mengambil topik piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dibahas dalam Muktamar Internasional Fiqih Peradaban I di Surabaya Senin, 6 Februari 2023 lalu. Persoalan mendasar segala kemelut ini, kayanya, adalah terkait tata dunia.

Secara faktual, tata dunia ini relatif memberikan jaminan stabilitas dan keamanan global yang baru muncul dan belum betul-betul jadi. Tata dunia ini dimulai dengan lahirnya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa itu yang di dalamnya ada gagasan-gagasan yang sama sekali baru misalnya gagasan tentang perbatasan internasional hingga kesetaraan martabat manusia.

Di dalam Al-Qur'an dan Hadits, kata Gus Yahya, tidak ada nash yang menghormati perbatasan negara lain. Tidak ada juga nash perihal wajib berhenti jika lampu merah. Hal itu berasal dari undang-undang.

Baca juga : MRT Jakarta Kembali Sediakan Kereta Khusus Perempuan

Lalu, apa yang mendasari masyarakat harus taat pada undang-undang? Menurut Gus Yahya, hal karena ada dan keabsahan negara.

"Apa yang membuat kita harus hidup berdampingan dengan orang-orang kafir dicari dalilnya? Hadits Qur'annya tidak ketemu hubungan antara kelompok muslim dan non-muslim. Hubungan permusuhan yang ada dalil-dalilnya itu," imbuhnya.

Sayangnya, ini sudah menjadi posisi wawasan syariat yang mapan sejak beratus-ratus tahun.

Baca juga : Temui Presiden Jokowi, Gus Yahya Bahas Formula Baru Perdamaian Dunia

"Lalu apa dasarnya kita butuh toleransi segala sekarang ini ? Kok dulu nggak ? Kenapa dulu kita nggak toleransi saja sama NICA? Kenapa harus resolusi jihad?" tuturnya.

Menurutnya, tidak ada dasar yang lebih kuat dalam hal ini selain piagam PBB. Toleransi dan hidup berdampingan semua dilakukan atas dasar Piagam PBB.

"Ini semua kita lakukan demi piagam PBB. Sebetulnya demi penghargaan kepada piagam PBB kenapa kita tidak menganeksasi Singapura saja? Karena ada piagam PBB," jelasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense