RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, sepanjang semester I tahun 2023, tepatnya dari Januari hingga Juni, ada ribuan laporan dugaan yang diterima komisi antirasuah.
"Dari 1.057 laporan, proses telaah telah diselesaikan sejumlah 962 laporan," ungkap Ketua KPK Firli Bahuri, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (14/8).
Firli merinci, sebanyak 11 laporan ditindaklanjuti di bagian eksternal. Sementara 83 laporan diproses di internal KPK.
Baca juga : Semester I 2023, KPK Tetapkan 89 Tersangka Selama 6 Bulan
"Klarifikasi Direktorat PLMP 118 laporan dan pengarsipan 750 laporan," imbuh dia.
Untuk provinsi, laporan terbanyak datang dari DKI Jakarta, dengan 359 aduan yang masuk.
Kemudian, ada 266 pengaduan berasal dari Jawa Barat, 213 laporan dari Jawa Timur, 202 pengaduan dari Sumatera Utara, dan 135 pengaduan di Jawa Tengah.
Baca juga : Semester I 2023, Kejagung Tangani Perkara Dengan Kerugian Negara Rp 152 Triliun
"Laporan yang dimaksud meliputi Pemda, Kementerian atau Lembaga, BUMN, BUMD, yang berada di wilayah masing-masing," ungkap pensiunan Jenderal Polisi bintang tiga itu.
Firli menyatakan, potret lokasi aduan masyarakat ini selanjutnya menjadi salah satu acuan KPK dalam melaksanakan upaya-upaya pemberantasan korupsi.
"Baik melalui pendekatan strategi pendidikan, pencegahan, maupun penindakan," tandas Firli.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.