RM.id Rakyat Merdeka - Polusi udara menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terkena penyakit jika terus terpapar. Jika anak-anak terpapar polusi udara secara terus-menerus dan tak segera ditangani secara serius, berisiko mengalami stunting.
Dokter spesialis anak Hans Natanael menjelaskan, stunting adalah suatu kondisi stunted atau pendek. “Kalau kita ukur panjang badan anak atau tinggi badan anak berdasarkan usianya, dia masuk kategori pendek,” terangnya, dalam video yang diunggah YouTube Official Generos.
Dokter Hans mengungkapkan, stunting tidak hanya menurunkan imunitas anak, tapi akan menurunkan kognitifnya juga. Stunting dan penurunan fungsi kognitif saling berkaitan satu sama lain.
“Stunting tidak hanya menyerang imunitas anak bahkan sampai menurunkan kognitif anak, jadi kecerdasan anak itu juga berpengaruh,” terangnya.
Baca juga : Lestari: Perlu Kolaborasi Atasi Polusi Udara
Di tayangan lain di YouTube Official Generos, dokter anak Aisya Fikritama mengungkapkan, orang tua banyak yang salah menilai tentang stunting. “Kebanyakan orang tua menilai stunting hanya dilihat dari tinggi badan saja, stunting itu juga menyebabkan gagal tumbuh pada otak,” jelasnya,
Polutan yang banyak dihirup anak bisa juga dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan, sirkulasi oksigen yang teganggu membuat jumlah oksigen dalam tubuh menjadi lebih rendah. Ketika sirkulasi terganggu, oksigen yang dibawa akan menjadi lebih rendah dan anak akan kekurangan oksigen secara deficit minor.
Jika hal itu terjadi secara terus-menerus, jangka panjang akibatnya pertumbuhan menjadi lebih lambat. Jika anak-anak yang mengalami stunting di usia dini, IQ atau kecerdasannya rendah saat usia 40 tahun.
Karena itu, orang tua disarankan menjaga kesehatan anak, lantaran polusi udara kian hari kian memburuk. Dokter Hans menyatakan, orang tua bisa mempersiapkan dua sisi, yakni sisi luar dan sisi dalam. Mempersiapkan sisi luar dengan menjaga anak agar tidak terkena polusi udara.
Baca juga : Prof Tjandra Bagikan Tips Atasi Batuk Dan Ispa Akibat Polusi Udara
“Tentunya kita harus menghindari polusinya. Lebih baik untuk tidak mengajak anak sering keluar rumah dulu. Jika ingin keluar rumah, harus selalu menggunakan masker,” jelasnya.
Untuk mempersiapkan dari dalam, dengan mengoptimalkan imunitas anak. “Optimalkan imunitas anak dengan sering minum air putih, istirahat yang cukup, berikan nutrisi yang baik, dan ditambahkan dengan meminum multivitamin,” jelasnya.
Jika anak tidak mendapatkan nutrisi dengan baik, orang tua harus memilih multivitamin yang baik agar menjaga kesehatan anak. Orang tua tak perlu bingung, karena solusi vitamin terbaik terdapat pada produk Generos yang memiliki banyak manfaat untuk anak.
Generos kaya akan kandungan senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk mengoptimalkan dan menstimulasi fungsi otak anak. Generos juga dapat berperan sebagai neuroprotective yang menangkal radikal bebas pada otak dan sistem saraf.
Baca juga : Kuatkan Literasi, Gresik Sukses Turunkan Stunting Hingga 10 Persen
Generos dapat mencegah risiko penyakit neurodegenerative atau penurunan kemampuan kognitif pada anak. Dokter Aisya menjelaskan, kandungan yang terdapat di Generos bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.
“Kandungan seperti madu hutan berguna untuk menunjang kesehatan saluran cerna, untuk pegagan dan ikan sidat itu bagus untuk perkembangan otak anak. Nah, kandungan dari mengkudu dan juga temulawak bagus untuk menunjang kekebalan tubuh atau imunitas si kecil,” lanjut Aisya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.