RM.id Rakyat Merdeka - Anggaran yang dikeluarkan negara untuk menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) jumlahnya tak sedikit. Karenaya, seluruh warga negara yang sudah memiliki hak pilih, jangan golput. Termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mendorong, seluruh pihak menyukseskan pesta demokrasi pada Februari 2024. Khususnya kepads WNI yang tinggal di mancanegara.
Mahfud meminta, penyelenggara Pemilu gencar mengkampanyekan pada rakyat bahwa Pemilu wajib berjalan denga baik. Sebab, Pemilu penting untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan konstitusi.
"Sampaikan bawah Pemilu itu mahal. Demi demokrasi, integrasi, dan nomokrasi, kita bersedia mengeluarkan dana besar untuk menyelenggarakan Pemilu," kata Mahfud saat berdialog dengan masyarakat Indonesia di Korea Selatan di Wisma Duta, kompleks KBRI, Seoul, Rabu (30/8) malam.
Baca juga : Wapres Minta Capres Dan Cawapres Maksimalkan Pemilih Muda Di 2024
Mahfud bercerita pengalamannya ketika berkunjung ke sebuah negara di Eropa Timur beberapa waktu silam. Di negara-negara Eropa Timut, masyarakat Indonesia sangat sedikit. Akan tetapi, Pemerintah Indonesia tetap menyelenggarakan Pemilu dengan biaya yang tidak kecil.
"Kalau tidak salah, hanya 18, termasuk duta besarnya. Namun wajib diselenggarakan dengan biaya mahal. Coblosan 18 suara saja, negara harus keluar sampai Rp 500 juta. Apalagi di Korsel ini yang suaranya mencapai 26 ribu lebih," katanya.
Mahfud merespons tanggapan seorang mahasiswa yang menyebut, generasi muda tidak akan antusias mengikuti Pemilu. Karena kualitas para calon yang buruk.
Kata Mahfud, generasi muda harus pandai memilih calon pemimpinnya. Pilihlah yang paling sedikit masalahnya. Sebab, anak muda berperan amat penting Pemilu tahun depan.
Baca juga : Mahfud Jagain Pemilu On Time
"Pemilu memang tidak untuk mencari pemimpin yang sungguh-sungguh ideal dan sempurna, di mana pun itu tidak akan didapatkan. Pemilu untuk menghindari orang jahat menjadi pemimpin. Ingat, suara anda sangat menentukan nasib dan masa depan bangsa, jangan golput!" pinta Mahfud.
Duta Besar Republik Indonesia di Seoul, HE Gandi Sulistiyanto memaparkan, Daftar Pemilih Tetap atau DPT di Korsel tergolong besar yakni mencapai 26.850 orang. DPT di Korea Selatan berada di posisi ke-13 dari total DPT Dunia sebanyak 26.850 orang. Total DPT di luar negeri tercatat sebesar 1.750.474 orang.
"Oleh karena itu, arahan dan penjelasan Menko Polhukam ini amat penting. Masyarakat kita di Korsel semoga seluruhnya memilih. Pastikan pelaksanaan Pemilu yang bersih, jujur, adil, aman dan sukses," harap Gandi.
Dialog juga dihadiri Wakil Kepala Perwakilan KBRI Seoul, Sekretaris Kemenko Polhukam, Deputi Bidang Koordinasi Luar Negeri Kemenko Polhukam, Staf Khusus Menko Polhukam, dan pejabat dari KBRI serta Kementerian Luar Negeri.
Baca juga : Klopp Andalkan Pemain Muda
Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta dialog terdiri dari anggota PPLN, Pekerja Migran Indonesia, komunitas mixed marriage dan pelajar Indonesia di Korsel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.