Sebelumnya
Sementara itu, salah satu Dewan Juri FWIS tahun 2023, Fenny Dwivany mengatakan bahwasanya diperlukan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan untuk mengatasi rentang/gap presentase peneliti perempuan di Indonesia maupun di dunia.
Baca juga : OIC Youth Indonesia Apresiasi Sikap Tegas Menlu Retno Terhadap Israel
“Indonesia adalah negara yang memiliki mega biodiversitas terbesar di dunia. Jika tidak ada dukungan dalam hal regulasi ataupun pendanaan yang terstruktur dan berkelanjutan dari pemerintah, peran peneliti perempuan di masyarakat tidak maksimal,” jelas Fenny yang juga menerima apresiasi FWIS nasional tahun 2007.
Baca juga : Perempuan Pengusaha Indonesia Raih Global Women Empowerment Icon ke-8
Tahun ini, empat perempuan yang masing-masing berhasil memenangkan pendanaan riset senilai Rp 100.000.000 adalah Karlia Meitha (Dosen dari Institut Teknologi Bandung), Widiastuti Setyaningsih (Dosen dari Universitas Gadjah Mada), Fitri Aulia Permatasari (Dosen dari Institut Teknologi Bandung), dan Pietradewi Hartrianti, Dosen dari Indonesia International Institute for Life Sciences).
Baca juga : Kerek Kualitas Teknisi, RMA Indonesia Gelar Ford Technician Skill Competition 2023
Keempat pemenang tersebut mengusung penelitian dengan memanfaatkan potensi biodiversitas yang menghadirkan berbagai terobosan inovatif di bidang ketahanan pangan dan kesehatan yang berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.