BREAKING NEWS
 

Jelasin Kenapa Uang Kuliah Mahasiswa Mahal

Anak Buah Nadiem Di-bully

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : SISWANTO
Sabtu, 18 Mei 2024 08:10 WIB
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, Tjitjik Srie Tjahjandarie. (Foto: Berita Satu)

 Sebelumnya 
Menurutnya, Pemerintah tidak bo­leh lepas tangan terhadap keinginan masyarakatnya untuk menuntut ilmu. Apalagi pendidikan menyangkut hajat hidup dan kebutuhan seluruh warga negara yang harus dipenuhi.

“Dalam pembukaan UUD 1945 alinea 4 menyatakan bahwa salah satu tujuan utama berdirinya NKRI ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Ubaid.

Ia menilai Kemendikbudristek tidak bisa lepas tangan dengan menyebut bantuan biaya pendidikan hanya untuk program wajib belajar 12 tahun. Karena berdasarkan data, jumlah anak tidak sekolah (ATS) mencapai 3 juta lebih. Mayoritas penyebabnya karena biaya yang mahal.

“Jadi, negara harus hadir dan berpi­hak kepada semua dalam menjalankan amanah konstitusi dan bertanggung jawab penuh untuk menyediakan layanan pendidikan,” pungkasnya.

Baca juga : PM Baru Singapura Dipuji Netizen +62

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf ikut merespon soal biaya kuliah yang terus meroket. Menurutnya, hal itu akibat Permen­dikbud 02 Tahun 2024. Pasalnya, Pemerintah menyerahkan perhitungan biaya kuliahnya pada perguruan tinggi.

Dede menilai keputusan ini sangat tidak wajar. Apalagi saat audiensi dengan perwakilan mahasiswa, ada yang mengaku kenaikan UKT terjadi di tengah proses kuliah. Bahkan, men­capai 500 persen.

Atas polemik ini, DPR bakal me­manggil Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk dimintai penjelasan atas permasalahan di dunia pendidi­kan. “Kita berencana akan memanggil Kemendikbud, DPR juga langsung membuat panja biaya pendidikan,” katanya, Kamis (16/5/2024).

Di dunia maya, protes terhadap pernyataan anak buah Nadiem juga rame disuarakan.

Baca juga : Tuntaskan Di DPR, Jangan Di MK

"Kalo Pejabat Kemendikbud bilang Pendidikan Tinggi itu kebutuhan tersier, artinya Pemerintah memang ingin rakyat terus bodoh, negara terus miskin," sindir @DokterTifa.

Akun @5teV3n_Pe9eL mengingat­kan agar anak buah Nadiem tidak asal bicara. Pernyataan bahwa pendidikan tinggi hanya kebutuhan tersier sangat menyakiti hati rakyat. "Ingin jadi staff di BUMN atau ASN itu butuh ijazah tinggi. Jangan asbunlah kalo mau ngeles UKT,” protesnya.

“Di negara maju kuliah dimurahkan dan bahkan digratiskan agar anak-anak bangsa menjadi terdidik, cerdas membawa kemajuan bagi bangsa, lha ini kok begini,” kata akun @KKEB15. “Mencerdaskan kehidupan bangsa hanya slogan. Kuliah mahal, nggak bisa sarjana, dan bikin bangsa ini tertinggal dari bangsa lain,” timpal @joe_anno.

“Nggak paham saya pemikiran orang internal Kemendikbud sendiri. Jumlah mahasiswa itu hanya 9,32 juta loh Bu. Nggak sampai 10 persen penduduk kita, kalau pola pikirnya orang Kemendikbud kayak gini, Indonesia Emas 2045 bisa tercapai?” kata @akucintaistriku.

Baca juga : Nggak Nyaman, Jalannya Naik Turun, Bikin Waswas

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 18 Mei 2024 dengan judul Jelasin Kenapa Uang Kuliah Mahasiswa Mahal, Anak Buah Nadiem Di-bully

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense