BREAKING NEWS
 

Ribuan TNI-Polri Jaga Demo Tapera Di Istana, Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : M ADE AL KAUTSAR
Kamis, 6 Juni 2024 11:39 WIB
Dokumentasi Polres Metro Jakarta Pusat

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan pihaknya mengerahkan ribuan personel gabungan TNI-Polri untuk menjaga demo buruh di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/6/2024).

"Pengamanan (ada) 1.416 personel," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro saat ditemui wartawan.

Susatyo menambahkan, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan imbas aksi demo buruh menolak kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Baca juga : Pemeriksaan Visa Haji di Saudi Makin Ketat

Namun, Susatyo mengatakan rekayasa lalu lintas maupun pengalihan arus masih bersifat situasional. "Rekayasa lalu lintas bersifat bersifat situasional melihat eskalasi di lapangan. Apabila jumlah massa dan eskalasi meningkatkan maka diadakan penutupan jalan," ucap dia. 

Berikut daftar rekayasa lalu lintas yang disiapkan kepolisian:

Adsense

1. TL Harmoni ditutup, jalan yang menuju Jl. Merdeka Barat

Baca juga : Komit Jaga Ekosistem Perairan, Pupuk Kaltim Turunkan Ratusan Media Terumbu Di Maratua

2. Jl. Perwira, lalu lintas yang mengarah Jl. Merdeka Utara ditutup

3. Jl. Abdul Muis dan Jl. Merdeka Selatan ditutup

4. TL. Sarinah, lalu lintas yang menuju Jl. Merdeka Barat ditutup

Baca juga : Said Iqbal: Merugikan Buruh Jika Dipaksakan

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan ribuan buruh yang akan menggelar aksi ini berasal berbagai organisasi buruh.

"Ribuan buruh yang akan melakukan aksi ini berasal dari Jabodetabek dan berbagai organisasi serikat pekerja seperti KSPI, KSPSI, KPBI, dan juga Serikat Petani Indonesia (SPI) serta organisasi perempuan PERCAYA," kata Said Iqbal dalam keterangannya.

Selain menolak Tapera, massa juga membawa sejumlah tuntutan lain dalam aksi kali ini. Yakni, menolak Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahal, menolak KRIS BPJS Kesehatan, dan menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense