RM.id Rakyat Merdeka - Ketua sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango menanggapi pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang meminta penyidik komisi antirasuah, Rossa Purbo Bekti, untuk menghadap dirinya.
Nawawi menegaskan, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penyidik kasus Harun Masiku itu tidak bekerja secara personal.
Namun, dia bekerja atas dasar surat perintah penyidikan (sprindik) yang diperintahkan pimpinan.
“Kami pimpinan yang bertanggungjawab atas kerja-kerja para kasatgas sidik,” tegas Nawawi kepada RM.id, Senin (8/7/2024).
Baca juga : Partai Konservatif Keok Parah, Rishi Sunak: Kekalahan Ini Tanggung Jawab Saya
Dia pun mendorong Rossa untuk terus melanjutkan pekerjaannya. Hal itu sudah diperintahkan Nawawi kepada Deputi Penindakan KPK Rudi Setiawan dan Direktur Penyidikan Asep Guntur Rahayu.
“Saya telah meminta Deputi Penindakan dan Direktur Sidik agar meminta Kasatgas Rossa tetap melanjutkan kerja-kerjanya sesuai sprindik yang diberikan kepadanya tanpa harus menanggapi segala hal yang bisa mengganggu kerja-kerjanya,” tandas Nawawi.
Terpisah, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata tak menggubris permintaan Megawati.
“Saya tidak akan menjawab terkait persoalan itu,” tuturnya, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2024).
Baca juga : Serahkan Dukungan Ke-37 Cakada, Ketua Harian Perindo: Junjung Persatuan
Alex hanya memastikan, dalam penanganan kasus, KPK tidak pernah menyinggung afiliasi politik para pihak yang menjadi tersangka, atau sedang diperiksa.
“Bisa dipastikan dari kebijakan pimpinan kita tidak melihat atau mengaitkan penanganan perkara di KPK dengan afiliasi politik tertentu,” tandasnya.
Sebelumnya, saat berpidato di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat, (5/7/2024), Megawati mengomentari tindakan KPK yang menyita ponsel Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
“Suruh datang ke sini Rossa, suruh datang ngadepin aku," tantang Presiden RI ke-5 ini.
Baca juga : Pemerintah Jaga Stabilitas Inflasi
Megawati mengingatkan, KPK adalah lembaga yang dibuat di masa kepemimpinannya sebagai presiden.
“Gile, orang yang bikin KPK itu saya loh, kok nggak diaku loh yo,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.