RM.id Rakyat Merdeka - Pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian, Dr Siti Amanah, Dosen Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor menegaskan bahwa untuk mengantisipasi dan menghadapi VUCA, tidak dapat direspon dengan cara biasa-biasa saja, namun perlu direspon oleh strategi VUCA (Vision, Understanding, Clarity, Agility).
Tanpa visi yang tepat, menurut Siti Aminah pemahaman terhadap akar masalah, kejelasan, dan kelincahan, tujuan pembangunan pertanian yang berkelanjutan sulit terwujud.
"Karenanya, diperlukan peningkatan kapasitas penyuluh agar dapat beradaptasi dengan tantangan yang ada, inovatif dalam pelaksanaan penyuluhan agar kelompok wanita tani meningkat kapasitasnya dalam mewujudkan tujuan bersama," ujar Siti Aminah dalam keterangannya, Minggu (14/7/2024).
Untuk meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian di Jawa Barat, Fakultas Ekologi Manusia IPB University bekerjasama dengan University of Illinois Urbana-Champaign menyelenggarakan pelatihan penyuluh pertanian secara online pada, Kamis (4/7/2024) lalu.
Baca juga : Pakar UGM: Penyuluhan Pertanian Yang Efektif Kunci Pembangunan Nasional
Pelatihan peningkatan kapasitas ini merupakan rangkaian dari kerjasama riset aksi FEMA IPB dengan University of Illinois Urbana-Champaign di Indonesia mengenai “Pemberdayaan Petani Kecil di Indonesia melalui Penguatan Kelompok Wanita Tani”.
Siti Amanah sebagai Koordinator Program Kerjasama berkesempatan menyatakan bahwa tujuan pelatihan tidak lain adalah untuk menyegarkan kembali pentingnya pendekatan penyuluhan yang partisipatori, mengedepankan peran multipihak dalam penyuluhan pluralistik, sensitif gender, serta pertanian sebagai sebuah bisnis yang berkelanjutan.
Sementara itu, Dr Munifah selaku Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian menekankan pentingnya pendekatan yang pluralistik dalam penyuluhan.
Ditegaskan oleh Munifah, bahwa penyuluhan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tetapi memerlukan kerja sama dari private sector, dan masyarakat secara swadaya dalam penyelanggaraan penyuluhan, sejalan dengan Undang-Undang No.16 Tahun 2006 mengenai Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
Baca juga : Menko PMK Apresiasi Haji 2024: Banyak Perbaikan, dari Murur sampai Tata Kelola Dam
Pelatihan ini diikuti oleh 46 penyuluh pertanian terpilih dari Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Subang.
Menjadi trainer pada pelatihan ini adalah Henny Sulistyorini dan Siti Syamsiah dari Kementerian Pertanian serta Rafnel Azhari Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas.
Ketiga trainer ini juga adalah mahasiswa S3 Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, IPB University.
Dari pihak swasta hadir Iwan Suryatno sebagai trainer yang berpengalaman dalam memberdayakan masyarakat sekitar tambang pada PT Pesona Khatulistiwa Nusantara.
Baca juga : Genjot Kualitas SDM, Sarana Jaya dan Universitas Brawijaya Teken Kerja Sama
Pelatihan ini dihadiri pula oleh Dr. Budi Sawitri obseever dari Politeknik Pembangunan Pertanian Malang. Pelatihan juga melibatkan dua orang Mahasiswa Program Sarjana SKPM FEMA IPB.
Peserta pelatihan merespon positif pelatihan ini dan menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi pengembangan kapasitas kelompok Wanita tani yang didampingi.
Peserta juga berharap upaya peningkatan kapasitas ini terus dilakukan secara serius oleh berbagai pihak.
Peserta berkomitmen untuk mengaplikasikan berbagai prinsip dan pendekatan praktis yang didapat dari pelatihan di lapang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.