RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal Brain Society Center (BSCenter), Dhifla Wiyani, menegaskan pentingnya peran Bank Tanah sebagai solusi strategis untuk tata ruang dan pembangunan. Menurut Dhifla, Bank Tanah dapat menjadi instrumen kunci dalam mengarahkan pola pembangunan agar sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.
"Tujuan perencanaan pembangunan dimaksudkan menjadi langkah antisipasi secara keseluruhan," kata Dhifla mengutip disertasinya, Jumat (26/7/2024).
Menurut Dhifla, Bank Tanah juga menjadi langkah antisipasi bonus demografi yang memerlukan penyediaan lapangan pekerjaan dan pemukiman melalui pembangunan infrastruktur pada sentra ekonomi. "Contohnya kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, kawasan perumahan, dan pemukiman," tambah Dhifla.
Dijelaskan politisi partai Golkar itu, pembentukan Bank Tanah memiliki urgensi di tengah intensitas kebutuhan tanah untuk pembangunan yang terus meningkat. "Sedangkan ketersediaan tanah semakin terbatas, harga tanah yang terus meningkat, belum optimalnya pemanfaatan tanah khususnya untuk kepentingan umum, dan masih maraknya praktik spekulan serta penelantaran tanah," ucapnya.
Baca juga : Dampak Judi Online Kian Meresahkan, Polri Diminta Tuntaskan Pemberantasan
Dia menilai pada banyak kasus, pembangunan infrastruktur publik yang didedikasikan untuk kepentingan umum dan bernilai strategis sering terkendala. "Misalnya ketidaksesuaian lokasi lahan, adanya resistensi atau penolakan dari warga, ketidakjelasan hak atas tanah, penentuan besaran ganti rugi yang tidak menemui titik temu, munculnya spekulan, dan lain-lain," papar dia.
Dhifla menyadari regulasi Bank Tanah terkadang dianggap tumpang tindih dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional. "Padahal, kehadiran Bank Tanah menjadi bagian dari solusi untuk menjawab persoalan agraria, dan bukan menambah persoalan baru,” terang Dhifla dalam paparannya pada ujian promosi doktoral di Universitas Trisakti.
Untuk itu, menurut Dhifla, diperlukan sinergitas dan keseimbangan dalam pengelolaan agraria. Baik sebagai penopang kebutuhan dasar rakyat, sebagai sumber perekonomian rakyat, maupun sebagai aset investasi pembangunan yang potensial. Karena itu, Dhifla mengusulkan konsep soal keberadaan hak pengelolaan baik secara vertikal maupun horizontal yang perlu diharmonisasikan.
"Secara vertikal dan horizontal, perundang-undangan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan yang lebih tinggi. Demikian pula antara sesama undang-undang lainnya yang sederajat," ucap pemilik gelar Magister Hukum Universitas Indonesia.
Baca juga : Pengamat: Vasco Sosok Tepat Untuk Kemajuan Pembangunan Di Sumatera Barat
Dia pun mengusulkan konsep soal keberadaan hak pengelolaan. Baik secara vertikal maupun horizontal yang perlu diharmonisasikan.
"Secara vertikal dan horizontal, perundang-undangan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan yang lebih tinggi. Demikian pula antara sesama undang-undang lainnya yang sederajat," sebut Dhifla.
“Harus diakui secara jujur bahwa Pemerintah belum profesional memanfaatkan aset tanahnya yang demikian banyak dan demikian luas. Namun, kunci dari aspek filosofis dan yuridis adalah harus ada asas keseimbangan atau keadilan dalam membagi tanah hak pengelolaan," tambahnya.
Di akhir paparannya, Dhifla Wiyani menegaskan Bank Tanah mewujudkan kepastian hukum terhadap pelaksanaan hak pengelolaan atas tanah merupakan sebuah konsep ideal kelembagaan Bank Tanah dalam mewujudkan pengadaan tanah di Indonesia.
Baca juga : Sikap Prabowo Sama Dengan Jokowi, Keamanan Penting untuk Jaga Pembangunan
"Harapannya, tentu saja secara filosofis, Bank Tanah memang mengemban misi yang tidak ringan karena harus mampu mengakomodasi berbagai kepentingan dalam pengalokasian tanah, yang pada awalnya hanya ditujukan untuk kepentingan umum," imbuh Dhifla Wiyani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.