BREAKING NEWS
 

Cacar Monyet Merebak

Jokowi Wanti-wanti Jangan Seperti Covid

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 28 Agustus 2024 08:10 WIB
Presiden Jokowi memimpin Rapat Terbatas membahas Perkembangan Penanganan MPOX dan Periapan Penyelenggaraan Indonesia Afrika Forum di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (27/08/2024). (Foto: Biro Pers)

 Sebelumnya 
“Fasilitas lab kita bagus, PCR-nya bagus, genome sequencing-nya bagus, udah kita genome sequence semuanya 2B,” sebut mantan Wakil Menteri BUMN itu.

Dijelaskan BGS, kasus cacar monyet yang tersebar di Indonesia adalah varian 2B, tidak separah di Afrika. Varian di negara Afrika tergolong 1B yang hanya menyebar di Swedia dan Thailand.

“Di Afrika itu varian 1B ya, itu fatality rate-nya tinggi, mendekati 10 persen. Kalau kita masih 0,1 persen. Varian 1B ini belum menyebar ke mana-mana, kecuali dua negara, yaitu Swedia dan Thailand, yang lainnya di Afrika. Kenapa? Karena mereka juga datang dari Afrika,” terang dia.

Apakah penyebaran penyakit ini bisa seperti Covid-19? BGS bilang, penularan cacar monyet tidak semudah Covid-19. Kasus ini hanya menyebar karena kontak fisik secara langsung. Di samping itu, pihaknya juga sudah punya vaksinnya.

Baca juga : Indonesia Bersiap Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus

Namun, kata BGS, harga vaksinnya mahal. Satuannya sekitar Rp 3,5 juta. Makanya, Kementerian Kesehatan memprioritaskan vaksin cacar monyet kepada pihak-pihak yang berisiko tinggi tertular, seperti petugas lab, petugas kesehatan,

“Juga, orang-orang yang tadi berisiko di daerah-daerah yang memang sudah ada outbreak-nya. Karena adanya baru di Jawa dan di Kepulauan Riau,” beber Budi Gunadi Sadikin.

Ditambah lagi, obat-obatan untuk mengatasi penyakit cacar monyet juga telah dipersiapkan. “Teman-teman wartawan bisa bantu mengedukasi masyarakat. Kita waspada, tapi tidak usah khawatir berlebihan,” pinta Menkes.

Untuk diketahui, wabah cacar monyet telah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Selain Kongo yang menjadi negara dengan temuan pertama, wabah ini juga telah menyebar ke Swedia, Thailand, Burundi, Kenya, Rwanda, Uganda, hingga Indonesia. Pada pertengahan Agustus lalu, WHO mencatat terdapat 99.000 orang yang menderita cacar monyet. Terbanyak di Afrika.

Baca juga : Peran Kelas Menengah Jadi Penggerak Utama Ekonomi

“Wabah mpox di Kongo dan negara-negara tetangga dapat dikendalikan dan dihentikan. Tetapi memang butuh rencana tindakan yang komprehensif dan terkoordinasi,” tekan Sekjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip dari AFP, Selasa (27/8/2024).

Netizen juga menaruh perhatian besar terhadap wabah cacar monyet. Atensi mereka juga persis dengan Jokowi. Khawatir wabah mpox menyebar cepat seperti Covid-19

“Satu hal lagi yang kemungkinan juga terlupakan untuk jadi perhatian. Monkeypox alias cacar monyet udah mulai banyak kasusnya di Jakarta dan Indonesia. Sepertinya habit selama pandemi untuk maskeran dan cuci tangan harus mulai jalan lagi nih friends,” twit @rgoestama.

“Dokter Jerman memperingatkan cacar monyet sebenarnya adalah herpes zoster yang disebabkan oleh vaksin Covid,” timpal @blue_berets7, mengutip salah satu judul berita dari media internasional.

Baca juga : Awasi Penyimpangan Laporan Dana Desa

Akun @llterrys khawatir Covid jilid 2 hidup lagi. “Dari banyaknya kasus berita di Twitter (X) akhir-akhir ini, aku paling takut yang penyakit cacar monyet itu suer. Kayak, nggak mau lagi masa jaman Covid itu kejadian lagi. Dan satu hal sih, aku belum pernah kena cacar selama ini jadi kayak takut banget,” pungkas dia.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 28 Agustus 2024 dengan judul Cacar Monyet Merebak, Jokowi Wanti-wanti Jangan Seperti Covid

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense