RM.id Rakyat Merdeka - Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia merupakan peristiwa besar dan bersejarah. Sejak April lalu, panitia sudah melakukan berbagai persiapan agar kunjungan Pemimpin Agung Gereja Katolik Dunia ini, berjalan lancar dan sukses.
Rencana awalnya, Paus akan berkunjung ke Indonesia pada 2020. Saat itu, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sudah melakukan persiapan menyeluruh untuk menyambut Paus. Namun, karena ada pandemi Covid-19, kunjungan terpaksa dibatalkan.
Pada akhir Maret lalu, kepastian kunjungan Paus ke Indonesia kembali muncul. KWI langsung membentuk kepanitiaan nasional bernama Panitia Penyambutan Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia.
KWI lalu menunjuk mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sebagai komandan panitia. Panitia bertugas mengatur dan menyiapkan kunjungan Paus, dengan sangat rinci. Memperhatikan setiap detail, termasuk hal-hal kecil. Mengingat usia Paus saat ini sudah 88 tahun, yang rutinitasnya sudah memerlukan bantuan tongkat serta kursi roda.
Baca juga : Vaksinasi Bantu Cegah Infeksi
Persiapan mencakup berbagai hal. Seperti jenis kendaraan yang akan digunakan selama di Jakarta, tempat menginap, serta pengaturan tim kesehatan dan pengamanan.
Juru Bicara Panitia Penyambutan Kunjungan Paus Fransiskus, Romo Thomas Ulun Ismoyo mengatakan, sebagai Kepala Negara Vatikan, Paus mendapatkan perlakuan kenegaraan layaknya seorang pemimpin negara. Pengamanan, misalnya, melibatkan Paspampres. Sementara, tim kesehatan akan didukung dokter kepresidenan dari RSPAD Gatot Soebroto. Persiapan ini dibicarakan dan dibahas dengan tim dari Vatikan.
Meski begitu, kata Romo Ulun, ada permintaan dari Vatikan untuk mengurangi eksklusivitas. Hal ini terkait gaya kepemimpinan Paus yang dikenal bersahaja.
"Paus Fransiskus memang menarik perhatian dunia dengan gaya kepemimpinannya yang sederhana dan rendah hati," kata Romo Ulun, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, di Wisma Keuskupan Jakarta, medio Agustus lalu.
Baca juga : Bersyukur, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Dijaga 5 %
Enam hari menjelang kunjungan Paus, berbagai persiapan telah berjalan sesuai rencana. Di Bandara Soekarno-Hatta, misalnya, pengelola telah menyiapkan ruang VVIP untuk menyambut kedatangan Paus pada Senin, 3 September 2024.
Begitu juga dengan acara Misa Akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), pada 5 September 2024. Acara ini rencananya akan dihadiri 90 ribu umat Katolik dari berbagai daerah. Untuk mendukung acara ini, Polda Metro Jaya telah menyiapkan sembilan kantong parkir yang dapat menampung sekitar 1.800 bus para peserta misa akbar.
Saat Paus ada di Jakarta, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengimbau para pekerja untuk melakukan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Mengingat pada hari itu ada dua acara besar di sekitaran Senayan.
Romo Ulun pun mengingatkan kepada umat untuk memastikan kondisi fisik prima sebelum menuju GBK. Sebab, acara akan berlangsung lama. Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan selama acara berlangsung. “Mari kita jaga keamanan dan kenyamanan Sri Paus Fransiskus serta seluruh umat yang hadir,” ujarnya.
Baca juga : Jamkrindo Bantu UMKM Lebih Mudah Raih Modal
Romo Ulun mengingatkan, menyambut kedatangan Paus tidak hanya sebatas kehadiran fisik. Yang lebih penting adalah menyambut gagasan dan pemikirannya, dengan cara mengimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti tema kunjungan Paus, "Faith, Fraternity, and Compassion" atau Iman, Persaudaraan, dan Bela Rasa.
"Umat Katolik Indonesia diharapkan dapat semakin memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian sosial," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.