BREAKING NEWS
 

Dampak Korupsi Timah, Pengusaha Ritel Ngeluh Penjualan Merosot

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 10 Oktober 2024 12:26 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengeluhkan korupsi timah yang terjadi di Bangka Belitung (Babel) membuat daya beli masyarakat melemah.

Selain hotel yang tingkat okupansinya turun tajam, kini giliran industri ritel yang terkena dampaknya. Budihardjo mengakui penjualan ritel di Babel kini sepi.

"Di Bangka lagi turun karena di wilayah yang mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA), ketika industrinya lagi turun ya ikutan turun juga perekonomiannya," kata Budihardjo di Jakarta, Kamis (10/10/2024).

Budihardjo menilai, pola yang sama terjadi di wilayah lain yang juga mengandalkan SDA untuk hidup seperti Kalimantan dan wilayah lainnya.

Baca juga : Siapa Sangka, Pengusaha Canang Ini Dulunya Penerima PKH

"Kalimantan saat batu bara bagus, penjualan bagus, jadi daerah tertentu seperti Babel dengan timah, Kalimantan dengan batubara dan Makassar kalau panen kopi, pala itu penjualan naik, jadi itu memang ngikutin pendapatan hasil jualan bumi," tuturnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Babel Elius Gani mengungkapkan, sejumlah perusahaan sawit yang kepemilikannya terkait dengan pemilik timah ditutup dan rekeningnya diblokir.

Adsense

Akibatnya, sejumlah perusahaan kesulitan membayar hak karyawan dan banyak pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kalau dibandingkan dengan angka tahun lalu ada 38 pekerja yang di-PHK, saat ini 1.527 orang kena PHK maka ada lonjakan signifikan karena adanya perusahaan smelter yang tutup sebagai akibat dari penertiban tata kelola timah," ungkapnya.

Baca juga : Naik Hercules ke Vanimo, Paus Bawa 1 Ton Bansos

Menurut Elius, ekonomi Kepulauan Babel triwulan II-2024 terhadap triwulan II-2023 (y-on-y) tumbuh sebesar 1,03 persen.

Melambat dibandingkan capaian triwulan II-2023 yang tumbuh sebesar 5,13 persen. Indikator ekonomi salah satu indikator yang menunjang peluang kerja. Elius menyebut peluang kerja tidak banyak yang bisa ditawarkan.

"Untuk sektor timah ada 6 smelter yang ditutup, termasuk juga ada beberapa perusahaan yang terafiliasi dengan smelter itu, di luar smelter ada 8, total 14 usaha yang ditutup. Pekerja terkena PHK ada sebanyak 1.372 orang," katanya.

Ketua Harian Asosiasi Ekspor Timah Indonesia (AETI) Eka Mulya Putra menilai tata kelola timah harus dikembangkan dengan baik, karenanya harus ada tindakan nyata agar masalah tata niaga bisa lebih jelas.

Baca juga : Pembangunan Bakal Merata

"80 persen ekspor Babel berasal dari timah sedangkan 60 persen ekonomi Babel digerakan oleh perdagangan timah. Jadi, wajar kalau ekonomi Babel terpengaruh," ungkapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense