BREAKING NEWS
 

Profil Muhammad Herindra, Jebolan Terbaik Akmil Yang Dilantik Jadi Kepala BIN

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Senin, 21 Oktober 2024 12:17 WIB
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra. Foto: Tedy O Kroen/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Letnan Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra resmi dilantik sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) oleh Presiden Prabowo Subianto bersama anggota Kabinet Merah Putih lainnya pada Senin (21/10) di Istana Negara, Jakarta. 

Herindra menggantikan Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Lalu siapa sebenarnya sosok yang kini memimpin BIN ini? Simak ulasan berikut:

Profil Muhammad Herindra

Muhammad Herindra lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 30 November 1964. Sejak awal, ia dikenal sebagai seorang perwira militer yang berprestasi. 

Herindra menamatkan pendidikannya di Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1987, dengan meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik. 

Penghargaan ini diberikan kepada perwira muda dengan capaian akademis, fisik, dan kepemimpinan terbaik selama masa pendidikan. Sejak itu, kariernya di TNI semakin cemerlang, menjadikannya salah satu figur penting di dunia militer Indonesia.

Pada tahun 2012, Herindra diangkat sebagai Komandan Korem 101 Antasari dengan pangkat Kolonel Infanteri. Penempatan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam kariernya karena komando ini merupakan bagian penting dari pertahanan di wilayah Kalimantan Selatan. 

Baca juga : Profil Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal Yang Kini Jadi Menteri Agama

Tidak lama berselang, pada tahun 2013, ia diamanahkan jabatan sebagai Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus. Jabatan tersebut mempertegas posisinya sebagai salah satu pemimpin strategis di unit elite TNI Angkatan Darat.

Selama di Kopassus, Herindra dikenal dengan ketegasannya dalam memimpin. Ia menjabat sebagai Wadanjen hingga 13 Februari 2015 sebelum kemudian dipromosikan menjadi Kepala Staf Kodam (Kasdam) III/Siliwangi pada tahun yang sama. 

Jabatan Kasdam III/Siliwangi merupakan posisi yang strategis, karena Siliwangi dikenal sebagai salah satu Kodam paling prestisius di Indonesia, yang mengawal wilayah Jawa Barat dan Banten.

Namun, masa jabatannya di Kasdam III/Siliwangi tidak berlangsung lama. Pada 31 Juli 2015, Herindra kembali ditarik ke Kopassus, kali ini sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, menggantikan posisi pendahulunya. 

Adsense

Jabatan Danjen Kopassus merupakan salah satu jabatan paling bergengsi di TNI Angkatan Darat, yang pernah dipegang oleh tokoh-tokoh penting seperti Prabowo Subianto. Selama memimpin Kopassus, Herindra terus menunjukkan kepemimpinan yang solid dan cemerlang.

Hanya berselang satu tahun setelah menjadi Danjen Kopassus, pada 6 Oktober 2016, Herindra kembali mendapatkan promosi menjadi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi. 

Baca juga : Ini Profil Sekjen Kemendag Yang Dipanggil Prabowo Ke Kertanegara

Dalam jabatan barunya ini, ia mengemban tugas yang lebih luas dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Barat dan Banten, dua provinsi yang memiliki peran strategis dalam kedaulatan nasional.

Dua tahun setelah menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi, karier Herindra semakin cemerlang ketika ia ditarik ke pusat untuk mengisi posisi sebagai Inspektur Jenderal TNI pada 3 Maret 2018. 

Jabatan ini menempatkan Herindra sebagai salah satu pengawas tertinggi di lingkungan TNI, memastikan disiplin dan kepatuhan seluruh jajaran militer terhadap standar yang telah ditetapkan.

Selanjutnya, pada 21 Oktober 2020, Herindra dilantik sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Jabatan Kasum TNI adalah salah satu posisi paling senior di tubuh militer Indonesia, di mana Herindra bertanggung jawab atas koordinasi strategis antara berbagai matra TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Puncak karier Herindra di bidang militer semakin terlihat ketika Presiden Jokowi meminta Herindra untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) pada 23 Desember 2020. Dalam posisi ini, Herindra berperan penting dalam merumuskan kebijakan pertahanan nasional, berkoordinasi langsung dengan Menteri Pertahanan.

Kariernya sebagai Wamenhan berlangsung hingga 20 Oktober 2024, sebelum ia kembali mendapatkan kepercayaan untuk jabatan yang lebih strategis. 

Baca juga : Jokowi Tunjuk Herindra Jadi Kepala BIN

Beberapa hari jelang pergantian presiden, Prabowo secara langsung meminta Jokowi yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden untuk mengusulkan Herindra menjadi Kepala BIN menggantikan Budi Gunawan ke DPR. 

Request Prabowo itu langsung ditindaklanjuti Jokowi, dengan menerbitkan surat presiden Nomor R-51/Pres/10/2024 yang berisi pergantian kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan dan menunjuk Letjen TNI Herindra.

DPR menerima Surpres tersebut pada Selasa (15/10) lalu. Lalu keesokan harinya, Rabu (16/10) DPR langsung mengadakan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper-test terhadap Herindra. Pada Kamis (17/10), Herindra disetujui sebagai Kepala BIN oleh DPR.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense