RM.id Rakyat Merdeka - Hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Jokowi sangat lengket. Karena sudah satu frekuensi, mereka rajin bersilaturahmi.
Setelah makan malam di Kertanegara, Jakarta, Jumat (8/12/2024) malam, Prabowo dan Jokowi kompak mengunggah foto pertemuan tersebut, di akun Instagram masing-masing, sambil saling mengucapkan terima kasih.
Prabowo lebih dulu membagikan momen pertemuan itu, melalui akun Instagram pribadinya, @prabowo. Ia mengunggah tujuh foto yang menampilkan kebersamaan dengan Jokowi.
“Terima kasih, Pak Jokowi, sudah datang ke kediaman kami di Kertanegara,” tulis Prabowo dalam keterangan unggahannya.
Baca juga : DKI Resmi Jadi DKJ
Lima jam setelah unggahan Prabowo, Jokowi membagikan momen serupa melalui akun Instagram pribadinya, @jokowi. Mantan Walikota Solo itu mengunggah empat foto. Beberapa di antaranya memperlihatkan suasana saat berbincang dengan Prabowo di ruang tamu dan di meja makan.
Dalam keterangannya, Jokowi menyampaikan terima kasih kepada Prabowo atas jamuan makan malam. “Berkunjung ke kediaman Bapak Prabowo di Kertanegara sambil berbincang dan menyantap makan malam. Semoga Bapak sukses dan sehat selalu,” ucapnya.
Momen pertemuan itu, menuai beragam komentar dari berbagai kalangan. Ketum Projo Budi Arie Setiadi mengapreasiasi pertemuan Jokowi dan Prabowo tersebut. Menurut Budi Arie pertemuan antara presiden dan mantan presiden sebagai hal yang baik.
“Menurut saya bagus saja. Ada diskusi presiden dan mantan presiden. Sekaligus kangen-kangenan,” kata Budi Arie, di kawasan Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (7/12/2024).
Baca juga : Annisa Alfath: Kampanye Panjang Dan Penuh Polarisasi
Budi Arie menepis pertemuan Jokowi dan Prabowo membahas soal politik. “Nggak, nggak ada. Nggak ada pembicaraan soal politik. Kangen-kangenan saja,” ucapnya.
Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay juga mengapresiasi pertemuan antara Prabowo dan Jokowi. Menurut Saleh, pertemuan Prabowo dan Jokowi menunjukkan keduanya punya sikap kenegarawanan yang patut dicontoh.
“Keduanya tetap menjaga silaturrahim walau dulu pernah dua periode bertanding dalam pilpres,” kata Saleh, dalam keterangannya.
Ketua Komisi VII DPR ini mengatakan, tidak semua tokoh politik bisa memiliki sikap kenegarawanan seperti yang ditunjukkan Prabowo dan Jokowi. Dulu, keduanya pernah saling berkompetisi. Lalu, keduanya berkolaborasi dan bersinergi.
Baca juga : Jazilul Fawaid: Kami Usul Revisi Paket UU Pemilu
“Tidak semua bisa melakukan hal seperti ini. Apalagi, keduanya berasal dari didikan partai politik yang berbeda,” ujarnya. Kata Saleh, di luar negeri, kolaborasi biasanya hanya bisa dilakukan kalau satu partai saja.
Soal isi pertemuan, Saleh menilai wajar jika banyak pihak yang ingin tahu isi pembicaraan keduanya. Namun, yang penting adalah mereka tetap saling mendukung.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.