Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kesetaraan Gender Di Lingkungan ASN
MenPAN-RB Dorong Kaum Hawa Isi Jabatan Penting
Minggu, 8 Desember 2024 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menegaskan pentingnya perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama dalam berkarya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Terlebih, isu gender telah menjadi fokus global, lantaran ada ketimpangan dalam hak-hak dan kontribusi dalam pembangunan.
Menteri PAN-RB Rini Widyantini mengatakan, jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, porsi ASN di Tanah Air didominasi kaum perempuan sebesar 57 persen dari jumlah total ASN. Namun, representasi mereka dalam jabatan pemimpin atau jabatan struktural masih relatif rendah dibanding laki-laki.
Dia menilai, rendahnya representasi perempuan dalam jabatan pimpinan tinggi bukan semata-mata karena kurangnya kualifikasi. Berdasarkan penelitian PROSPERA, perempuan memiliki sejumlah hambatan utama dalam mengembangkan karier di sektor publik.
“Hambatan yang dihadapi perempuan meliputi faktor keluarga, individu dan aspek budaya kerja. Secara garis besar, Kementerian PAN-RB mengupayakan kebijakan yang mendukung perempuan untuk memecahkan hambatan individual, kultural dan kelembagaan,” kata Rini dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/12/2024).
Baca juga : Pangkalpinang & Bangka Bakal Gelar Pilkada Ulang
Sekadar informasi, PROSPERA adalah Program Kemitraan Indonesia Australia untuk perekonomian, bekerja sama dengan Kementerian PAN-RB. PROSPERA memberikan saran dan bukti kebijakan ekonomi dan publik kepada Pemerintah Indonesia.
Melanjutkan keterangannya, Rini berharap, upaya Kementerian PAN-RB membuat kebijakan yang mendukung perempuan, akan membuka jalan untuk mencapai potensi penuh mereka dalam kariernya sebagai ASN.
Menurut dia, pihaknya telah menginisiasi beberapa kebijakan strategis dalam mendukung perempuan, mengatasi hambatan pengembangan karier.
Pertama, kata dia, ASN harus memiliki panduan budaya kerja yang terangkum dalam BerAKHLAK.
Baca juga : Program Genting Bakal Turunkan Angka Stunting
“Nilai-nilai BerAKHLAK merupakan fondasi untuk membangun budaya kerja yang inklusif. Misalnya, nilai ‘Kompeten’ mendorong kita memberikan kesempatan yang sama bagi semua ASN untuk mengembangkan potensi tanpa memandang gender,” jelasnya.
Kebijakan kedua, lanjut Rini, melalui Peraturan Menteri PAN-RB tentang Sistem Kerja, seluruh ASN pada jabatan fungsional dan pelaksana diberi kesempatan yang sama, untuk dapat menjadi team leader atau ketua tim, tanpa memandang gender. Sebab, basis utamanya adalah keahlian dan kompetensi.
Melalui sistem kerja yang sehat, akan terbuka kesempatan yang luas bagi ASN perempuan untuk dapat menjadi team leader, sekaligus sebagai wadah melatih kemampuan manajerial pegawai untuk menjadi pejabat pimpinan tinggi ke depan.
Kebijakan lainnya, tambah Rini, melalui Peraturan Presiden tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai ASN.
Baca juga : PLN IP Gaet Perusahaan Geothermal Asal Jepang
Menurut dia, hal tersebut memberi kesempatan bagi pegawai ASN perempuan, khususnya bagi yang telah berkeluarga, dapat menyeimbangkan agenda pekerjaan, tanpa mengabaikan perannya dalam keluarga.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya