Dark/Light Mode

Kesetaraan Gender Di Lingkungan ASN

MenPAN-RB Dorong Kaum Hawa Isi Jabatan Penting

Minggu, 8 Desember 2024 07:25 WIB
Menteri PAN-RB Rini Widyantini. (Foto: Dok. Kementerian PAN-RB)
Menteri PAN-RB Rini Widyantini. (Foto: Dok. Kementerian PAN-RB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menegaskan pentingnya perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama dalam berkarya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Terlebih, isu gender telah menjadi fokus global, lantaran ada ketimpangan dalam hak-hak dan kontribusi dalam pembangunan.

Menteri PAN-RB Rini Widyantini mengatakan, jika di­lihat berdasarkan jenis kelamin, porsi ASN di Tanah Air didomi­nasi kaum perempuan sebesar 57 persen dari jumlah total ASN. Namun, representasi mereka dalam jabatan pemimpin atau jabatan struktural masih relatif rendah dibanding laki-laki.

Dia menilai, rendahnya representasi perempuan dalam ja­batan pimpinan tinggi bukan semata-mata karena kurangnya kualifikasi. Berdasarkan pene­litian PROSPERA, perempuan memiliki sejumlah hambatan utama dalam mengembangkan karier di sektor publik.

“Hambatan yang dihadapi perempuan meliputi faktor kelu­arga, individu dan aspek budaya kerja. Secara garis besar, Kementerian PAN-RB mengupayakan kebijakan yang mendukung perempuan untuk memecahkan hambatan individual, kultural dan kelembagaan,” kata Rini dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/12/2024).

Baca juga : Pangkalpinang & Bangka Bakal Gelar Pilkada Ulang

Sekadar informasi, PROSPERA adalah Program Kemitraan Indonesia Australia untuk perekonomian, bekerja sama dengan Kementerian PAN-RB. PROSPERA memberikan saran dan bukti kebijakan ekonomi dan publik kepada Pemerintah Indonesia.

Melanjutkan keterangannya, Rini berharap, upaya Kementerian PAN-RB membuat kebi­jakan yang mendukung perem­puan, akan membuka jalan untuk mencapai potensi penuh mereka dalam kariernya sebagai ASN.

Menurut dia, pihaknya telah menginisiasi beberapa kebijakan strategis dalam mendukung perempuan, mengatasi hambatan pengembangan karier.

Pertama, kata dia, ASN har­us memiliki panduan budaya kerja yang terangkum dalam BerAKHLAK.

Baca juga : Program Genting Bakal Turunkan Angka Stunting

“Nilai-nilai BerAKHLAK merupakan fondasi untuk memban­gun budaya kerja yang inklusif. Misalnya, nilai ‘Kompeten’ mendorong kita memberikan kesempatan yang sama bagi semua ASN untuk mengembangkan potensi tanpa memandang gen­der,” jelasnya.

Kebijakan kedua, lanjut Rini, melalui Peraturan Menteri PAN-RB tentang Sistem Kerja, seluruh ASN pada jabatan fungsional dan pelaksana diberi kesempatan yang sama, untuk dapat menjadi team leader atau ketua tim, tanpa memandang gender. Sebab, basis utamanya adalah keahlian dan kompetensi.

Melalui sistem kerja yang sehat, akan terbuka kesempatan yang luas bagi ASN perempuan untuk dapat menjadi team leader, sekaligus sebagai wadah melatih kemampuan manajerial pegawai untuk menjadi pejabat pimpinan tinggi ke depan.

Kebijakan lainnya, tambah Rini, melalui Peraturan Presiden tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai ASN.

Baca juga : PLN IP Gaet Perusahaan Geothermal Asal Jepang

Menurut dia, hal tersebut memberi kesempatan bagi pe­gawai ASN perempuan, khusus­nya bagi yang telah berkeluarga, dapat menyeimbangkan agenda pekerjaan, tanpa mengabaikan perannya dalam keluarga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.