BREAKING NEWS
 

Berkaca Dari Miftah

Pejabat, Hati-hati Menjaga Lidah

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : SISWANTO
Selasa, 10 Desember 2024 08:00 WIB
Tangkapan layar video viral Miftah Maulana Habiburrahman menghina penjual es saat ceramah. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus yang melibatkan penceramah Miftah Maulana perlahan telah mereda. Keputusan Miftah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden menjadi penutup dari kehebohan yang terjadi selama sepekan terakhir. Berkaca dari Miftah, penting bagi pejabat untuk menjaga lidah agar tidak terpeleset.

Nama Miftah Maulana menjadi sorotan setelah melontarkan candaan bernada hinaan kepada seseorang penjual es teh bernama Sunhaji. Peristiwa itu terjadi saat Miftah memimpin pengajian di Lapangan drh Soepardi, Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang, beberapa waktu lalu. Video saat Miftah melontarkan hinaan itu, viral dan jadi sorotan publik selama sepekan.

Kasus ini sampai juga ke telinga Presiden Prabowo Subianto. Istana merespons kasus ini dengan tegas dan langsung menegur Miftah. Maklum, selain sebagai penceramah, Miftah juga berstatus sebagai pejabat. Jabatannya, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Apa yang dilakukan Miftah dianggap tidak selaras dengan sikap Prabowo yang menjunjung tinggi adab terhadap siapa pun, termasuk rakyat kecil.

Baca juga : Warga Binaan Diajak Jadi Brigade Pangan

Miftah memang segera mendatangi Sunhaji dan menyampaikan permohonan maaf. Namun, sorotan publik tak juga mereda. Malah makin kencang. Akhirnya, Miftah memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden.

Keputusan tersebut disampaikan Miftah di kediamannya, Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (6/12/2024).

Ia mengaku pengunduran dirinya dilakukan bukan karena ada tekanan. Saat memberikan keterangan pers itu, Miftah tersedu-sedu.

Baca juga : Awas, Jangan Ada Jual Beli Jabatan

Menanggapi kasus tersebut, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis menekankan pentingnya menjaga perkataan/lisan dalam komunikasi publik. Terutama bagi para penceramah atau pejabat publik.

“Penting untuk kita semua menjaga lisan, apalagi sebagai pejabat publik tentunya lebih menjadi perhatian masyarakat,” kata Cholil Nafis.

Menurut Cholil, apa yang disampaikan Miftah Maulana telah menyinggung sensitivitas publik dan mendapat berbagai reaksi dari masyarakat. Ia mengatakan, permintaan maaf yang disampaikan Miftah merupakan langkah yang baik. Namun, peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi Miftah dan masyarakat umum, terutama bagi pejabat publik.

Baca juga : Air Sering Mati Dan Kotor, Tagihan Bakal Melonjak

“Dia sudah minta maaf, baiknya jadi pelajaran bagi dia dan kita semua untuk menjaga lisan,” cetusnya.

Adsense

Cholil Nafis mengingatkan para penceramah dan pejabat untuk memilih kata-kata saat menyampaikan materi, baik dalam situasi formal maupun santai. Ia pun berharap kejadian ini dapat mendorong semua pihak, khususnya para pejabat publik dan tokoh masyarakat, untuk lebih bijak dalam berkomunikasi agar tidak menimbulkan perasaan tersinggung di kalangan umat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense