BREAKING NEWS
 

Berkaca Dari Miftah

Pejabat, Hati-hati Menjaga Lidah

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : SISWANTO
Selasa, 10 Desember 2024 08:00 WIB
Tangkapan layar video viral Miftah Maulana Habiburrahman menghina penjual es saat ceramah. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan mengatakan, kasus ini jadi heboh lantaran ada jabatan publik yang melekat pada Miftah Maulana.

“Bahwa di badannya beliau ada label ulama dan negara. Harus bisa menempatkan diri yang pantas di ruang publik dengan nilai dan norma bangsa kita,” kata Rahmat.

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid menilai, pejabat perlu pembekalan tambahan dengan materi moralitas kerakyatan dan rasa sosial kemanusiaan.

Baca juga : Warga Binaan Diajak Jadi Brigade Pangan

Menurutnya, apa yang dilakukan dan telah dialami Miftah jadi bukti masyarakat benar-benar memiliki sensitivitas sosial yang tinggi. Untuk itu, pejabat harus benar-benar berhati-hati dalam menyampaikan ucapan di hadapan publik.

“Bagaimana pun hebatnya seoarang tokoh, kalau rasa kerakyatannya pudar atau hilang ya selesai jadi pejabat. Kan pejabat melayani rakyat. Itu prinsipnya kan,” kata Syakur.

Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menegaskan, kasus Miftah jadi pelajaran bagi pemerintah.

Baca juga : Awas, Jangan Ada Jual Beli Jabatan

“Ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga. Tidak hanya bagi Utusan Khusus Presiden, tapi buat kami semua di kalangan pemerintahan,” kata Hasan.

Hasan menegaskan pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan dalam berpendapat kepada publik. Khususnya kepada masyarakat kecil.

“Apalagi terhadap rakyat kecil yang sedang berjuang, yang sedang memeras keringat untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-hari,” pungkasnya.

Baca juga : Air Sering Mati Dan Kotor, Tagihan Bakal Melonjak

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 10 Desember 2024 dengan judul Berkaca Dari Miftah, Pejabat, Hati-hati Menjaga Lidah

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense