BREAKING NEWS
 

Polwan Diminta Gaspol Direktorat PPA-PPO Tekan Kekerasan Perempuan Dan Anak

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Selasa, 17 Desember 2024 16:19 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Foto: Humas Polri

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO) untuk lebih ngegas menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Hal ini disampaikan dalam acara “Gender Mainstreaming Insight: Equality in Action, Insight in Policy” pada Selasa, 17 Desember 2024.  

Dalam sambutannya, Kapolri menyoroti perbedaan mencolok antara data kekerasan yang dirilis Komnas Perempuan dan Anak dengan kasus yang berhasil ditangani oleh jajaran Direktorat PPA dan PPO. 

Baca juga : Kapolri Minta Direktorat PPA Dan PPO Tekan Kasus Kekerasan Perempuan Dan Anak

Data Komnas Perempuan dan Anak mencatat kekerasan terhadap perempuan mencapai 401.975 kasus, sementara terhadap anak ada 15.120 kasus. Namun, yang ditangani baru 105.475 kasus.

"Di mana tertinggi adalah KDRT, pencabulan, kekerasan fisik dan psikis, persetubuhan, dan pemerkosaan," ungkap Jenderal Sigit, dilansir laman resmi Humas Polri, Selasa (17/12).

Adsense

Kapolri menambahkan, Direktorat PPA dan PPO harus memastikan setiap penanganan kasus memberikan rasa keadilan bagi korban, terutama perempuan dan anak. 

Baca juga : Percepatan Digitalisasi Nasional Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Langkah memperkuat Direktorat PPA dan PPO juga menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. 

Kapolri menilai, poin keempat dalam program tersebut sejalan dengan visi Polri untuk memberikan perlindungan dan memberdayakan perempuan serta anak.  

“Saya kira dalam program Asta Cita sudah dimasukkan Cita yang keempat,” ucap Sigit.

Baca juga : Pita Putih Indonesia: Perubahan Iklim Berdampak pada Kesehatan Perempuan & Anak

Jenderal Sigit juga menyampaikan pentingnya meningkatkan peran Polisi Wanita (Polwan) dalam penanganan kasus-kasus kekerasan ini. Menurutnya, pembentukan Direktorat PPA dan PPO akan membuka jalan karir lebih besar bagi Polwan, sekaligus memperkuat kesetaraan gender di lingkungan Polri.  

"Tunjukkan bahwa polwan tidak kalah dengan polki, dan saya yakin tidak kalah," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense