Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenag Akan Bentuk Direktorat Jenderal Pesantren
Kamis, 14 November 2024 22:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) tengah memproses pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren. Komitmen ini disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menghadiri perayaan Harlah ke-42, Pondok Pesantren Islam Miftachussunnah II, Istighosah Kebangsaan, dan Peringatan Hari Pahlawan, di Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/11/2024).
“Kementerian Agama segera membentuk suatu Direktorat Jenderal khusus yang akan mengurus sekaligus untuk mengayomi pondok pesantren," kata Menag, di hadapan ribuan peserta istighosah.
Turut hadir, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf, Pimpinan Pondok Pesantren Islam Miftachussunnah II KH Miftachul Akhyar, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Muzakki, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Ahmad Sruji Bahtiar, Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya Muhammad Muslim, dan para santri
Baca juga : Peruri Berikan Beasiswa Untuk Putra-Putri TNI POLRI di Provinsi Banten
Menag mengatakan, pesantren adalah lembaga yang murni lahir dari rahim Nusantara. Fakta menunjukkan, perintis dunia kependidikan yang sistematis dalam sejarah bangsa Indonesia adalah pondok pesantren. Hal ini terjadi bahkan sebelum Belanda datang ke Indonesia.
Mengutip pernyataan Nurcholish Madjid, Menag menyatakan, seandainya Indonesia tidak dijajah Belanda, perguruan tinggi yang berkembang saat ini adalah Universitas Termas, Universitas Lirboyo, Universitas Tebu Ireng, dan universitas dari pesantren-pesantren lainnya.
"Maka, sudah saatnya sekarang ini pondok pesantren merebut masa jayanya seperti yang pernah terjadi di masa lampau. Sudah waktunya pondok pesantren ini menjadi tuan rumah di dalam rumahnya sendiri, di negeri ini," tutur Menag.
Baca juga : Kembangkan Infrastruktur Gas di Aceh, PLN Gandeng Mubadala Energy
Di hadapan ribuan warga pesantren yang hadir, Menag menjelaskan, terbitnya undang-undang tentang pesantren adalah bentuk dari kehadiran Kementerian Agama memberikan eksistensi dan legitimasi terhadap pondok pesantren. "Tugas kami selanjutnya adalah bagaimana melanjutkan keberadaan pondok pesantren,” ujarnya
Menurut Menag, penanaman karakter di pesantren sangat efektif. Sistem pemondokan (boarding) yang ada di pesantren memungkinkan para santri mendapat pengawasan selama 24 jam.
"Ini adalah salah satu keunggulan pesantren. Sebab, waktu yang sering rawan menimbulkan masalah adalah setelah pulang dari sekolah. Sebab itu, sistem pemondokan yang diterapkan di pesantren diadopsi sekolah-sekolah di Inggris dan Australia," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya