Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pita Putih Indonesia: Perubahan Iklim Berdampak pada Kesehatan Perempuan & Anak
Selasa, 10 Desember 2024 19:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perubahan iklim yang ditandai dengan kenaikan suhu dan berefek pada terganggunya cuaca hingga menyebabkan masifnya kejadian bencana alam ikut berefek domino pada gangguan kesehatan.
Gangguan kesehatan khususnya terjadi pada perempuan dan anak. Ketua Pelaksana Harian Pita Putih Indonesia Heru Kasidi menyebut, berdasarkan laporan Intergovernment Panel on Climate Change (IPCC) yang diterbitkan pada 2022, kenaikan suhu telah berpengaruh pada endokrin.
Endokrin adalah sistem kelenjar yang memproduksi dan melepaskan hormon ke dalam aliran darah untuk mengontrol berbagai fungsi tubuh.
Tak hanya itu, kenaikan suhu juga mempengaruhi siklus organ ovarium. Dari penelitian IPCC di beberapa negara seperti Tiongkok, Amerika Serikat, beberapa negara di Eropa dan di Amerika Selatan, perubahan iklim juga telah meningkatkan tingkat bayi lahir prematur.
"Khusus dampak kenaikan suhu, di Tiongkok terjadi peningkatan kasus pneumonia pada anak sebesar 77 persen, di AS, Afrika Selatan, dan Israel terjadi kenaikan kasus pre dan eklamsia hingga 50 persen," ujar Heru dalam diskusi bertajuk Dampak Perubahan Iklim pada Perempuan dan Anak yang digelar Pita Putih Indonesia, di Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Dampak perubahan iklim juga mengakibatkan banyaknya kebakaran lahan.
Baca juga : Smartick Indonesia Perkenalkan Cara Belajar Matematika 15 Menit Setiap Hari
Di AS dan Brazil, dampak kebakaran lahan telah menyebabkan penurunan bayi baru lahir terjadi sebesar 50 persen-80 persen dan peningkatan cacat lahir hingga 28 persen.
"Dampak perubahan iklim yang menyebabkan bencana banjir juga menyebabkan berat badan lahir rendah di AS, Thailand, dan Polandia hingga 38 persen," ucapnya.
Selain itu, bencana banjir juga menyebabkan penurunan kecerdasan di Tiongkok dan meningkatnya kematian anak di Srilanka.
Dalam kesempatan yang sama, peneliti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Siswanto menyebut, pemanasan global yang memicu perubahan iklim diakibatkan oleh ulah manusia seperti kegiatan industri yang tidak memerhatikan dampak lingkungan.
"Seharusnya kenaikan suhu global sebesar 1,5 derajat celsius boleh terjadi pada 2035. Tapi untuk saat ini saja, kenaikan suhu sudah lebih dari 1 derajat celsius. Untuk itu, jika laju kenaikan suhu tidak ditahan akan sangat berbahaya," ujar Siswanto.
Perubahan iklim telah nampak dampaknya pada Indonesia. Tercatat pada 2023 dan 2024 menjadi tahun-tahun terpanas.
Baca juga : DPP Propindo: Peradi Bukan Single Bar, Sama Dengan Organisasi Advokat Lainnya
Bahkan, diprediksi tahun depan suhu Indonesia dan negara-negara di sekitar ekuator lainnya juga akan lebih panas dibandingkan dengan 2023 dan 2024.
Di sisi lain, dampak perubahan iklim telah meningkatkan berbagai frekuensi bencana dan ancaman penyakit.
"Perempuan dan anak terancam berbagai penyakit akibat perubahan iklim. Khusus untuk anak, seperti ISPA, stunting, hingga pneumonia," sambungnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pita Putih Indonesia (PPI) Giwo Rubianto Wiyogo mengajak pemerintah dan seluruh stakeholder untuk bergerak memuliakan perempuan dan anak, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
“Siapa yang bergerak kalau bukan kita? Pita Putih Indonesia memiliki visi dan misi untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Kami mengajak pemerintah, masyarakat, jurnalis, media, dan legislatif untuk melihat langsung ke lapangan dan menyaksikan dampak perubahan iklim, khususnya di daerah pesisir,” kata Giwo.
Giwo menegaskan, organisasi PPI akan segera membuat rekomendasi dan mengadvokasi langkah-langkah konkret kepada pemerintah dan DPR terkait permasalahan yang ditemukan.
Ia menambahkan, PPI tidak hanya akan berbicara, tetapi juga berkomitmen untuk melakukan tindakan nyata di lapangan yang dapat memberikan dampak positif bagi perempuan dan anak.
“Gerakan kami bertujuan untuk menciptakan karya nyata yang dapat memberikan multiplier effect, mengurangi dampak penyakit terhadap perempuan dan anak, serta mendukung tumbuh kembang anak," tegasnya.
"Kami berharap upaya ini dapat berkontribusi dalam menciptakan anak-anak yang berkualitas untuk menghadapi Indonesia emas 2045,” sambung Giwo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya