BREAKING NEWS
 

Indonesia & Jerman Sepakati Debt Swap Demi Perbaikan Layanan Kesehatan Nasional

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : MUHAMAD FIKY
Selasa, 17 Desember 2024 16:14 WIB
Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Jerman dan Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (GFATM) menandatangani perjanjian konversi utang di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/12)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Jerman dan Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (GFATM) menandatangani perjanjian konversi utang.

Kesepakatan yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Kamis (12/12) ini merupakan tindak lanjut dari persetujuan prinsip yang telah dicapai pada April 2024, dan kini diformalkan melalui perjanjian resmi. 

Melalui perjanjian ini, utang sebesar 75 juta euro akan dikonversi menjadi investasi langsung dalam program kesehatan masyarakat yang dikelola bersama oleh Global Fund dan Kementerian Kesehatan RI. Pengalihan utang ini dilaksanakan di bawah payung inisiatif Debt-to-Health (D2H)dari Global Fund, di mana Jerman merupakan mitra pertama pada tahun 2007.

Baca juga : Kadin Indonesia dan Kadin Provinsi Siap Manfaatkan Akses Pasar ke Eropa

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto mengataka, instrumen debt swap dibentuk dalam rangka menggalang sumber daya tambahan untuk negara-negara penerima Global Fund, seperti Indonesia. 

Adsense

"Hasil dari pengalihan utang tersebut, selanjutnya digunakan dalam meningkatkan layanan kesehatan untuk TBC, HIV dan Hepatitis, serta memperkuat sistem kesehatan secara keseluruhan di Indonesia," kata Suminto, dalam keterangan resmi Kemenkeu, Selasa (17/12). 

Ia menegaskan, bahwa perjanjian debt-to-health swap ini menandai langkah penting dalam komitmen bersama kedua pemerintah untuk memperkuat kesehatan nasional dan mendukung upaya global. 

Baca juga : Dilantik Presiden, Menhan & Wamenhan Resmi Pimpin Dewan Pertahanan Nasional

“Ini menjadi contoh yang cemerlang bagaimana negara-negara dapat bekerja sama, menggunakan instrumen keuangan inovatif untuk mengatasi tantangan kesehatan global,” jelasnya 

Sementara Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Lepel menambahkan, bahwa konversi utang ini merupakan langkah signifikan dalam kerja sama yang telah berlangsung lama dan berlandaskan saling percaya antara Indonesia dan Jerman. 

"Selain itu, hal ini juga dapat mendukung pemerintah baru dalam mencapai tujuannya untuk kesehatan masyarakat yang lebih baik," ujarnya. 

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Sabtu 14 Desember Hadir Di Kantor Kecamatan Bekasi Barat

Selanjutnya, perjanjian ini juga akan berkontribusi pada upaya Indonesia untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals [SDGs]) yang terkait dengan kesehatan, yaitu mengakhiri penyebaran AIDS, TBC, dan malaria pada tahun 2030, serta memerangi hepatitis dan penyakit menular lainnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense