BREAKING NEWS
 

Sudah Dibahas Gus Yahya Cs

Isu Muktamar Luar Biasa Panaskan PBNU

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Kamis, 19 Desember 2024 08:00 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: Dok. TVNU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Isu Muktamar Luar Biasa (MLB) untuk menggoyang posisi Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari kursi ketua umum PBNU kembali menyeruak. Bahkan, isu ini sempat dibahas secara khusus oleh Dewan Tanfidz dan Majelis Syuro. Namun, Gus Yahya Cs memastikan tidak ada itu MLB.

Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar sempat menggelar pertemuan tertutup dengan Gus Yahya, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Bendum PBNU Gudfan Arief. Pertemuan itu untuk membahas isu masif seputar rencana MLB NU yang rencananya digelar oleh segelintir orang mengatasnamakan NU. Mereka sepakat, gerakan MLB yang mengatasnamakan NU itu ilegal.

Mereka yang coba menggoyang posisi Gus Yahya menamakan diri sebagai Presidium Penyelamat Organisasi dan Muktamar Luar Biasa NU (PO & MLB NU). Gerakan ini lahir dari kesepakatan hasil Mubes Alim Ulama di Bangkalan, Jawa Timur pada Minggu (18/8/2024). Bertindak sebagai Ketua Presidium PO & MLB NU adalah Abdussalam Shohib atau Gus Salam.

Sebelum menyelenggarakan MLB NU, Gus Salam cs terlebih dahulu menggelar FGD untuk mengevaluasi kinerja 3 tahun PBNU periode 2022-2027. Untuk menggelar Pra MLB ini, dibentuk kepanitiaan yang dipimpin Kiai Mas Maftuh.

Baca juga : Anggaran Stunting Jangan Habis Untuk Studi Banding

Namun, sebelum acara FGD digelar, Gus Yahya Cs mengumpulkan pengurus PWNU se-Indonesia di Hotel Bumi Seruni Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (30/11/2024). Dalam pertemuan itu, Gus Yahya mengklaim semua pengurus PWNU se-Indonesia menolak digelar MLB NU.

Kendati mendapat penolakan, Panitia FGD Pra MLB NU tetap menggelar acara. Kegiatan digelar di salah satu hotel di Surabaya, Selasa (17/12/2024). Kegiatan ini digelar secara hybrid dan diikuti 100 orang yang berasal dari pengurus PWNU seluruh Indonesia. Sebanyak 20 orang hadir langsung di lokasi, sisanya yang 80 orang mengikuti via zoom meeting. Gus Salam dan mantan Ketua PWNU Jatim Kiai Marzuki Mustamar hadir secara langsung.

Apa hasilnya? Kiai Mas Maftuh selaku panitia acara menyebut, semua perwakilan PWNU yang hadir sepakat, bahwa kepemimpinan Gus Yahya di PBNU perlu dievaluasi. Menurutnya, para pengurus PWNU merasa di bawah kepemimpinan Gus Yahya, internal NU dilanda perpecahan dan saling menjatuhkan.

“Pemimpin sekarang seolah membiarkan perpecahan itu terus terjadi, tanpa upaya mempersatukan. Ini yang buat resah,” ungkap Maftuh.

Baca juga : Terlalu Jauh, Kaitin Pilkada Jakarta Dengan Pilpres 2029

Divisi Hukum dan Advokasi PO & MLB NU Jakfar Shodiq mengatakan, semua perwakilan yang hadir sepakat agar Gus Yahya dicopot dari jabatannya. Regulasi mengganti Gus Yahya itu telah diatur dalam Pasal 74 di AD/ART NU.

Menurutnya, banyak pelanggaran yang telah dilakukan Gus Yahya dalam 3 tahun memimpin PBNU. Mulai dari keberpihakan dan menyeret NU dalam kepentingan politik praktis. Sampai dengan tindakan sewenang memecat sejumlah pengurus di daerah di luar prosedur organisasi.

“Padahal orang-orang yang dipecat itu adalah ulama-ulama yang memang secara keilmuan, secara kefaqihan, itu cukup diakui oleh umat NU. Mereka juga yang selama ini berjuang di daerah,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Gus Ipul menegaskan bahwa saat ini NU sangat solid. Mulai dari tingkat cabang, wilayah, hingga pusat. Semuanya, kata Ipul, menolak digelarnya MLB yang didorong pihak-pihak yang mengatasnamakan NU.

Adsense

Baca juga : KPU Digugat Anak Menteri

“Nggak ada satupun yang menginginkan muktamar di luar muktamar yang sudah direncanakan. Dan tidak pernah ada sejarahnya MLB di lingkungan NU berhasil,” tegasnya di Kalurahan Pondokrejo, Tempel, Sleman, Rabu (18/12/2024).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense