Sebelumnya
Gus Ipul justru prihatin terhadap kubu yang pro MLB. Menurutnya, sikap tersebut akan merugikan mereka sendiri. “Sudah, sudah di sejarah sudah bicara. Sejarah sudah bicara dan saya pastikan hari ini NU solid-solidnya,” tegas Gus Ipul.
Mantan Wali Kota Pasuruan itu justru mempertanyakan dalil pihak yang pro-MLB. Ia juga membantah tudingan yang menyebut Gus Yahya melanggar AD/ART NU.
Gus Ipul menyindir pihak yang mewacanakan MLB tidak mengerti NU dan aturannya. Sebab, sesuai aturan keorganisasian, MLB harus diselenggarakan PBNU dengan didukung sekurang-kurangnya 50 plus 1 pemilik suara wilayah (PWNU) dan cabang (PCNU).
“Wis, sudah, muktamar pada saatnya saja. Kurang 2 tahun lagi muktamar. Kalau nggak setuju ya, nantilah muktamar ada lagi,” pesan Menteri Sosial itu.
Baca juga : Anggaran Stunting Jangan Habis Untuk Studi Banding
Ketua PCNU Jombang KH Fahmi Amrullah Hadzik atau Gus Fahmi juga prihatin dengan hasrat dan ambisi segelintir orang yang akhirnya memanaskan tensi di NU.
Padahal, para perintis, muassis, sesepuh, dan ulama di NU sudah menyediakan instrumen dan tatakrama dalam menjalankan jam’iyah dan mengelola jemaah.
Ia mengingatkan bahwa NU didirikan para kiai bukan untuk kepentingan sesaat. Apalagi untuk mengejar kekuasaan. Tujuan pendirian NU adalah untuk membangun peradaban masyarakat dalam beragama.
Kata Gus Fahmi, kader NU harus bisa mematuhi asas organisasi. Termasuk nilai luhur yang dapat membantu terbentuknya sebuah peradaban. Salah satu cara paling simpel adalah dengan taat pada peraturan, AD dan ART, serta ketentuan organisasi.
Baca juga : Terlalu Jauh, Kaitin Pilkada Jakarta Dengan Pilpres 2029
Jika MLB tetap dipaksakan, hal ini akan menjadi contoh yang buruk buat generasi mendatang. Sehingga, NU tidak berbeda dengan organisasi yang hanya untuk kepentingan kekuasaan.
Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi mengatakan, gerakan yang ingin menggelar MLB bukan forum resmi. Terlebih, agenda yang mereka buat digelar secara rahasia, dan dihadiri oleh orang-orang yang tidak diketahui identitasnya.
“Ini aneh saja, kalau memang forum resmi seharusnya terbuka saja dan bisa divalidasi apakah benar pesertanya memang pengurus yang sah,” tantang Gus Fahrur.
Lalu, siapa yang menginisiasi gerakan ini? Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Jazilul Fawaid menegaskan, pihaknya tak ada kaitannya dengan isu yang menimpa PBNU. Namun, Gus Jazil mendengar bahwa dinamika itu muncul dari keresahan kader NU di daerah. Dengan kondisi tersebut, seharusnya PBNU melakukan evaluasi organisasi.
Baca juga : KPU Digugat Anak Menteri
“Saya pun tidak tahu persis yang menyebabkan munculnya MLB. Baiknya introspeksi dan evaluasi internal saja dari berbagai keputusan kontroversial,” pesan Gus Jazil. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.