Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pentingnya Pengawasan Aktivitas Di Kampus
Polisi Harus Usut Tuntas Kasus Upal
Senin, 23 Desember 2024 07:25 WIB
Sebelumnya
Guru Besar bidang Sosiologi UIN Alauddin ini menambahkan, pihak kampus juga mendukung penuh semua upaya kepolisian dalam menuntaskan kasus tersebut.
Hamdan juga berjanji meningkatkan pengawasan internal agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Selaku pimpinan tertinggi di UIN Alauddin, saya marah, malu dan merasa tertampar. Kami telah bekerja keras, ‘setengah mati’ membangun reputasi kampus, tapi dihancurkan dalam sekejap,” cetusnya.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim mengatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum yang telah berhasil mengungkap kasus pembuatan dan peredaran uang palsu di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).
Baca juga : Amran Ciptakan Jalan Tol Bagi Petani Peroleh Pupuk
“BI mendukung Polri dalam proses penyidikan kasus tersebut. Kami akan membantu melakukan klarifikasi atas barang bukti uang palsu dan memberikan ahli rupiah,” ujarnya.
Diketahui, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel membongkar praktik produksi uang palsu yang terjadi di lingkungan kampus UIN Alaudin Makassar. Mereka telah menangkap 17 orang, salah satunya kepala perpusatakaan UIN Alauddin Makassar.
Selain itu, polisi juga menyita barang bukti uang palsu yang mencapai triliunan rupiah, sejumlah mata uang asing dan mesin cetak uang yang berasal dari Tiongkok. Produksi upal di lingkungan UIN Alaudin Makassar didukung mesin canggih dan benang pengaman palsu, sehingga sulit dibedakan dengan uang asli.
“Barang bukti nilainya mencapai triliunan rupiah. Di antaranya, mata uang rupiah emisi 2016 sebanyak 4.554 lembar pecahan 100 ribu, juga ada 234 lembar pecahan 100 ribu yang belum terpotong,” kata Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono di Polres Gowa, Kamis (19/12/2024).
Baca juga : Tunda Dulu Deh Rencana Kerek Tarif Transjakarta
Kasus pembuatan uang palsu di lingkungan kampuas ramai diperbincangkan netizen di media sosial X.
“Upal beredar karena ada orang yang ingin mendapat kekayaan dalam waktu singkat, dan tak memperdulikan dampak dari kejahatannya. Ingat akhirat woi! Kejahatan lo juga bisa membuat susah masyarakat sekitar,” tulis akun @diskodarurat218873_.
Senada, akun @saands__ juga menyesalkan terjadinya kasus tersebut.
“Upal cetakan di UIN Makassar, sangat berbahaya. Hampir 80 persen mirip sama yang asli. Cetakan yang rapi, warna yang mendekati. Sampai hologramnya, terbaca sama alat detektor sinar UV. Namun, kalau diliat dihologram tidak pas, warna hijaunya beda sama yang asli,” tuturnya.
Baca juga : Inter Milan vs Como, Si Ular Besar Dituntut Ekstra
“Gile baget ya, hampir Rp 45 Triliun. Ini harus diusut tuntas, siapa pemodalnya, bisa beli alat semahal itu buat cetak uang. Terus, siapa backingannya, dan siapa yang bantuin money laundry duitnya? Mereka bisa aman nyetak duit palsu di kampus. Kampus loh ini!” tegas akun @tekarok007. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya