BREAKING NEWS
 

Survei Ipsos: Jurnalis Lebih Dipercaya Ketimbang Influencer

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Minggu, 5 Januari 2025 16:42 WIB
Ilustrasi jurnalis atau influencer. Foto: Unsplash/Austin Distel

RM.id  Rakyat Merdeka - Survei terbaru Ipsos Global Trustworthiness Index 2024 merilis data menarik tentang tingkat kepercayaan masyarakat di 32 negara terhadap berbagai profesi. Termasuk di Indonesia.

Di kategori pengumpul dan penyebar informasi, ternyata jurnalis di Indonesia masih jauh dipercaya ketimbang influencer media sosial.

Dalam survei tersebut, jurnalis mencatat tingkat kepercayaan sebesar 51 persen, sementara influencer media sosial hanya 32 persen.  

Jika dibandingkan secara global, tingkat kepercayaan terhadap jurnalis di Indonesia terbilang cukup tinggi, jauh melampaui rata-rata dunia sebesar 27 persen. Sebagai perbandingan, di negara seperti Jerman tingkat kepercayaan terhadap jurnalis hanya mencapai 30 persen, dan di Amerika Serikat 28 persen.  

Baca juga : Survei LPI: Publik Yakin Dengan Kinerja Pemerintahan Prabowo

Sementara itu, influencer media sosial di Indonesia juga mencatat angka yang lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 15 persen. Sementara di negara-negara maju seperti Jepang dan Belanda, tingkat kepercayaan hanya 7 sampai 10 persen saja.

Guru dan dokter menjadi profesi yang paling dipercaya di Indonesia. Guru mendapatkan tingkat kepercayaan sebesar 74 persen, sementara dokter berada di angka 73 persen. Tingkat ketidakpercayaan terhadap kedua profesi ini sama-sama hanya 7 persen, menjadikan mereka profesi dengan reputasi terbaik di Indonesia.  

Adsense

Saintis atau ilmuwan juga mendapatkan tingkat kepercayaan yang tinggi di Indonesia, yakni 70 persen. Profesi ini jauh lebih dipercaya di Indonesia ketimbang rata-rata global 56 persen. Bahkan di Amerika Serikat, profesi ilmuwan hanya dipercaya 51 persen dan Singapura 43 persen.

Politisi menempati posisi sebaliknya. Tingkat kepercayaan terhadap politisi hanya mencapai 25 persen, sementara tingkat ketidakpercayaan terhadap mereka berada di angka 45 persen.  

Baca juga : Survei LSPI: Rudi-Aunur Lewati Ansar-Nyanyang Di Pilgub Kepri

Polisi mencatat angka kepercayaan sebesar 28 persen, namun menghadapi tingkat ketidakpercayaan yang cukup tinggi, yakni 41 persen. Ini menunjukkan adanya tantangan besar dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.  

Survei Ipsos dilakukan terhadap 23.530 responden dari 32 negara, termasuk 500 responden di Indonesia. Survei ini berlangsung antara 24 Mei hingga 7 Juni 2024, dengan responden di Indonesia berasal dari populasi urban yang lebih terhubung secara digital dan cenderung memiliki pendidikan lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.  

Responden diminta menilai berbagai profesi dengan skala 1 hingga 5, di mana 1 berarti sangat terpercaya dan 5 sangat tidak terpercaya. Hasil survei kemudian diolah untuk mencerminkan pandangan masyarakat secara keseluruhan di setiap negara.  

Untuk memastikan akurasi data, hasil survei telah disesuaikan dengan profil demografis populasi berdasarkan data sensus terbaru di masing-masing negara. Tingkat akurasi survei dengan ukuran sampel 1.000 orang adalah +/- 3,5 persen, sedangkan untuk sampel 500 orang memiliki tingkat akurasi +/- 5 persen.

Baca juga : Survei TBRC: Tri Adhianto-Harris Bobihoe Berpotensi Menang Di Pilwalkot Bekasi

Data hasil survei juga mempertimbangkan margin kesalahan yang disebabkan oleh faktor seperti pembulatan atau pilihan ganda responden.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense