Sebelumnya
Hermansyah menambahkan, selain dapat memproduksi Pertamina SAF, Unit TDHT Kilang Cilacap juga dapat memproduksi bahan bakar solar nabati yang berasal dari 100 persen bahan baku nabati sejak 2022. Produk tersebut dikenal dengan nama Pertamina Renewable Diesel (RD) atau Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) yang juga telah bersertifikat ISCC.
Menurut dia, KPI terus melakukan inovasi untuk memproduksi Pertamina SAF melalui Project USAF (UCO to SAF) yang dicanangkan sejak tahun 2024.
Sebelumnya, KPI mampu memproduksi Pertamina SAF dengan bahan baku Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO) atau minyak inti sawit.
Baca juga : Investasi Aset Kripto Diyakini Kian Moncer
“Ke depan, KPI siap memproduksi Pertamina SAF tersertifikasi ISCC pertama di Indonesia/Regional dengan bahan baku minyak jelantah, yang direncanakan pada kuartal-I tahun 2025,” tuturnya.
Program penukaran minyak jelantah dengan uang dan poin MyPertamina juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial X. Mereka berharap, program itu dijalankan secara nasional agar bisa dinikmati seluruh masyarakat.
“Program bagus, nih. Istriku harus tahu, biar minyak jelantah nggak numpuk di,dapur. Lumayan kan bisa dapat tambahan duit, dan nggak jadi limbah lagi,” cuit akun @wradrbee.
Baca juga : Pemda Diminta Pakai APBD Sukseskan MBG
“Benar, brow. Mending tuh minyak ditukar duit, daripada bikin wastafel mampet,” timpal akun @rwnmgun872023.
Akun @spaceguarad berharap, program tersebut dijalankan secara nasional.
“Jangan cuma di Jakarta dan Bandung saja dong. Program seperti ini harus ada di semua daerah, jangan cuma di kota-kota besar. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” pintanya.
Baca juga : Warga Dikasih Tenda, Perahu Dan Pelampung
“Kalau di daerah Bali, nanti tukar dimana? Apa belum tersedia? Kalau belum, tolong disediain dong,” pinta akun @129239.
“Nah, ini baru solusi. Minyak jelantah diproses jadi bahan bakar. Emak gue pasti seneng nih, kalau dia tahu minyak bekasnya bisa jadi cuan,” ucap akun @roythomss. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.