Dark/Light Mode

Kerek Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pemda Diminta Pakai APBD Sukseskan MBG

Jumat, 17 Januari 2025 07:00 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu quick win Pemerintahan Prabowo Subianto, diyakini mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sekaligus menumbuhkan perekonomian masyarakat di daerah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan, seluruh pihak termasuk Pemerintah Daerah (Pemda) harus mendukung pelaksanaan program MBG.

Bantuan dari Pemda, khususnya melalui alokasi anggaran dan dukungan infrastruktur sangat penting untuk mempercepat dan memperluas implementasi program prioritas tersebut.

“Bantuan dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) segera direalisasikan untuk mempercepat implementasi program MBG,” kata Dadan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/1/2025).

Baca juga : Warga Dikasih Tenda, Perahu Dan Pelampung

Menurutnya, meski Pemerintah telah mengalokasikan Rp 71 triliun dari APBN 2025 untuk mendukung program MBG, namun peran Pemda tetap krusial.

Dadan menyebut tiga langkah utama yang bisa dilakukan Pemda untuk mendukung pelaksanaan MBG. Pertama, menyiapkan infrastruktur. Kedua, membentuk dan mengembangkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketiga, sistem distribusi MBG.

“Kami sudah melaporkan hal ini kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar mendapatkan perhatian khusus dari pejabat tinggi di daerah,” aku Dadan.

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan optimistis program MBG memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah, khususnya di desa.

Baca juga : AS Roma Vs Genoa, Ngejar Tiket Liga Eropa

Dia meminta masyarakat tidak terburu-buru mengkritik implementasi program ini, mengingat prosesnya masih dalam tahap awal.

“Jangan cepat-cepat kritik, tunggu dulu hasilnya. Kadang kita sok tahu padahal waktu jadi pejabat, dia juga maling,” ujar uhut dalam sebuah seminar di Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Luhut menjelaskan, MBG bertujuan mengurangi angka stunting, kemiskinan serta mempercepat pemerataan ekonomi.

Salah satu cara program ini mendukung ekonomi desa dengan mengutamakan pengadaan bahan baku lokal, seperti telur dan ayam, yang meningkatkan perputaran dana di pedesaan.

Baca juga : Swiatek Ditantang Raducanu

Dalam sepuluh tahun terakhir, perputaran dana desa di Indonesia ratarata mencapai Rp 1,1 miliar per desa. Dengan MBG dan penerapan Government Technology (GovTech), perputaran dana tersebut diproyeksikan meningkat hingga Rp 9 miliar per desa.

Luhut juga menyoroti dampak positif MBG di sekolah. rogram ini tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi anak-anak, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembelian bahan baku lokal.

“Lihat saja anak-anak sekarang. Banyak yang mungkin jarang makan ayam atau telur, sekarang bisa makan. Ini juga mendorong perputaran ekonomi di desa,” tutupnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.