RM.id Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan dua pekan terus disempurnakan. Selain meningkatkan kualitas menu makanan, program ini juga akan menggandeng lebih banyak mitra, seperti pelaku UMKM, warung Tegal, hingga pemilik kantin. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga mempersilakan Pemda jika ingin ikut membiayai program MBG.
Setelah diluncurkan 6 Januari 2025, program makan bergizi gratis mendapat banyak masukan. Salah satunya usulan agar pemerintah daerah (Pemda) ikut membiayai program tersebut. Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo angkat bicara. Ia menegaskan, Pemerintah pusat membuka peluang seluas-luasnya bagi pihak mana pun yang ingin berkontribusi pada program unggulan ini.
“Dari Pemda juga ingin ikut serta, para gubernur, bupati, ingin ikut serta. Monggo, kita buka untuk siapa pun yang mau berpartisipasi,” kata Prabowo usai menghadiri Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan KADIN Indonesia di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2025).
Prabowo menyatakan, pemerintah daerah dipersilakan ikut membiayai program makan bergizi gratis. Namun, ia mengingatkan agar pembiayaan tersebut dikelola secara efisien dan disesuaikan dengan kapasitas fiskal masing-masing daerah. Selain itu, ia menekankan pentingnya memastikan program ini tepat sasaran.
Baca juga : Dunia Senang, Rakyat Girang
“Yang penting efisien, tepat sasaran, dan tidak ada kebocoran,” ujar Prabowo.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, pihaknya terus menyempurnakan pengadaan program MBG. Hal tersebut disampaikan Dadan merespons keluhan dari pemilik kantin sekolah yang kena imbas dari program tersebut.
Kata Dadan, ke depan, program makan bergizi gratis bakal melibatkan lebih banyak pihak sebagai mitra seperti UMKM, warung Tegal, termasuk pemilik kantin, dalam penyediaan makan bergizi gratis.
Dadan menjelaskan, pada tahap awal pihaknya mengalami keterbatasan pendanaan. Karena anggaran APBN baru bisa digunakan setelah 6 Januari. Karena itu, pihaknya hanya dapat menggandeng mitra yang mampu memberikan kontribusi lebih awal.
Baca juga : Menko Polkam Sampaikan Komitmen Perkuat Sinergi
Namun, Dadan menegaskan, ke depan, semua mitra, termasuk UMKM, pengusaha kantin, dan warung Tegal, akan mendapat kesempatan untuk terlibat tanpa harus menangani program ini sejak awal.
“Ke depannya, UMKM, pengusaha kantin, warung Tegal, dan lain sebagainya nanti bisa ikut terlibat. Mohon sabar, ini sedang dalam penyesuaian. Kami lakukan secepatnya,” ujar Dadan.
Dadan menyebut saat ini pelaksanaan program makan bergizi gratis baru mencapai 0,7 persen dari keseluruhan program. Tahun ini, BGN akan fokus dulu dengan penggunaan dana senilai Rp 71 triliun dari APBN untuk 15 juta hingga 17,5 juta penerima manfaat.
Terkait prosedur kerja sama antara BGN dan kantin sekolah, Dadan menjelaskan mekanismenya serupa dengan mitra lainnya. Ia mengimbau peminat untuk mencari informasi resmi melalui website Badan Gizi Nasional. Ia mengimbau agar masyarakat tidak percaya dengan pihak luar. Cukup berkunjung ke website Badan Gizi Nasional.
Baca juga : Pidato Prabowo Di Munas KADIN: Saya Tidak Hentikan Proyek Infrastruktur
“Di sana ada opsi ‘Mitra’ atau bisa langsung mencari informasi lewat Google dengan kata kunci ‘Mitra Badan Gizi Nasional.’ Nanti isi semua kolom yang tersedia, dan kami akan melakukan verifikasi secara terpusat,” jelas Dadan.
Dadan mengatakan, target BGN untuk keberadaan mitra tersebut tentunya bisa merata ke semua daerah di Indonesia. Terlebih perkiraan penerima manfaat program jumlahnya 82,9 juta orang.
Berdasarkan database BGN, Dadan mengatakan, saat ini sudah ada lebih dari 13 ribu yang mendaftar sebagai Mitra BGN dan saat ini sedang dalam proses seleksi.
Sementara, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, makan bergizi gratis merupakan salah satu program Pemerintah yang juga berkontribusi terhadap pertumbuhan industri, terutama sektor industri kecil dan menengah (IKM). Bahkan, kalau ada sisa makanan, diharapkan bisa diproses oleh industri pengolah limbah. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.