Dark/Light Mode
Israel-Hamas Gencatan Senjata
Dunia Senang, Rakyat Girang
RM.id Rakyat Merdeka - Perang antara pasukan Israel vs kelompok perlawanan Hamas di Palestina yang telah berlangsung 460 hari, memasuki babak baru. Kedua belah pihak sepakat gencatan senjata. Kabar ini disambut suka cita oleh tokoh-tokoh dunia. Rakyat kedua negara juga girang.
Gencatan senjata antara Israel-Hamas akan dimulai Minggu, 19 Januari 2025. Kesepakatan ini dibuat setelah kedua pihak melakukan perundingan yang dimediasi Amerika Serikat, Mesir dan Qatar, Rabu, (15/1/2025). Kesepakatan ini juga dijamin oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kabar tersebut diumumkan Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani. Dia mengatakan, kedua belah pihak setuju melakukan pertukaran tawanan dan sandera.
“Para mediator mengumumkan gencatan senjata dengan harapan mencapai gencatan senjata permanen,” ujar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani dalam konferensi persnya dilansir dari AFP News, Kamis (16/1/2025).
Baca juga : Menko Polkam Sampaikan Komitmen Perkuat Sinergi
Melalui kesepakatan tersebut, invasi militer Zionis selama 15 bulan yang telah menewaskan 46.707 warga Palestina, berpotensi berhenti secara permanen. Gencatan senjata bakal berlaku selama 6 minggu dan mulai efektif pada Minggu, (19/1/2025).
Dilansir dari AFP News, terdapat tiga fase perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza. Fase kedua dan ketiga akan dilaksanakan setelah fase pertama bisa dijalankan.
Di fase pertama, Hamas dan Israel masing-masing bakal membebaskan 33 sandera wanita dalam waktu 42 hari atau enam pekan. Kemudian di fase kedua, giliran membebaskan tahanan pria.
Pada tahap kedua, Israel juga diminta menarik penuh pasukannya dari Jalur Gaza agar pengungsi Palestina dapat kembali ke rumah mereka di lokasi tersebut.
Baca juga : Pidato Prabowo Di Munas KADIN: Saya Tidak Hentikan Proyek Infrastruktur
Selain itu, bantuan kemanusiaan akan diberikan izin untuk masuk, dengan 600 truk akan memasuki Gaza setiap harinya. Di antara truk tersebut akan membawa bahan bakar yang dibutuhkan untuk memulihkan pasokan listrik di wilayah tersebut.
Pada fase ketiga, semua jenazah atau sisa-sisa orang yang meninggal mesti dipulangkan seluruhnya. Tahap ini juga mencakup dimulainya rencana rekonstruksi Gaza dalam tiga hingga lima tahun.
Disepakatinya gencatan senjata Israel-Hamas disambut suka cita masyarakat dunia. Di berbagai negara Arab, gencatan senjata itu disambut dengan konvoi dan unjuk rasa.
Di Yordania, jalan-jalan di ibu kota Amman dipenuhi parade mobil. Dalam parade itu, para pengemudi melambaikan bendera Palestina, memutar lagu-lagu perjuangan, dan meneriakkan dukungan untuk perlawanan Gaza.
Baca juga : Masa Depan Digital ASEAN: Indonesia Tegaskan Komitmen Dukung Deklarasi Bangkok
Beberapa orang membagikan permen sambil mengenakan kefiyeh Palestina, meneriakkan, “Kemenangan milik kita!” dan “Semoga Allah menguatkan mereka!” merujuk pada para pejuang perlawanan.
Di Maroko, kota Tangier menyaksikan iring-iringan mobil perayaan. Sementara di ibu kota Rabat, masyarakat berkumpul sambil membawa foto Masjid Al-Aqsa dan bendera Palestina.
Di Tepi Barat, pawai terjadi di Ramallah, Hebron, dan Nablus. Seruan-seruan mengagungkan keteguhan Gaza dan para pemimpinnya, termasuk Yahya Sinwar, yang namanya disebut sebagai bentuk penghormatan setelah ia gugur akibat serangan pasukan Israel.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.