BREAKING NEWS
 

Pemerintah Setop Impor Garam, Apa Yang Harus Dilakukan?

Reporter & Editor :
RIKY HANDAYANI
Minggu, 19 Januari 2025 17:45 WIB
Rizal Djalil. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka kemandirian di bidang pangan, Pemerintah akan menyetop impor Garam Konsumsi pada tahun 2025. Kebijakan ini disampaikan Menko Pangan Zulkifli Hasan seusai Rapat Terbatas Tingkat Menteri di bidang pangan pada 28 November di Jakarta. Bagaimana sebenarnya situasi pergaraman kita?

Sebelumnya, perlu dijelaskan Garam berdasarkan penggunanya terbagi dua. Pertama, Garam konsumsi adalah Garam dapur, Garam laut, Garam beryodium, Garam lososa dan Garam celtic. Yang dimaksud Garam lososa ; Garam yang mengandung kadar sodium rendah dan kalium yang dapat menurunkan tekanan darah. Sedangkan Garam celtic; Garam yang berasal dari daerah pesisir di Perancis dekat laut Celtic, mengandung magnesium, kalsium dan kalium yang lebih tinggi.

Kedua, Garam industri adalah Garam yang digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam industri dan memiliki kadar natrium klorida( NaCl) yang lebih tinggi dari Garam konsumsi. Kadar NaCl nya minimal 97.  Lazimnya digunakan sebagai bahan baku untuk: kimia turunannya; industri perminyakan; industri kulit; industri tekstil; industri farmasi, dan pabrik es.

Baca juga : Sempurnakan MBG, Agustin Teras Narang Usul PKK Dilibatkan

Berapa kebutuhan Garam kita? Total kebutuhan garam nasional berdasarkan data per 11 Desember 2023 mencapai 4,5 juta ton per tahun. Sedangkan produksi garam pada tahun 2023 hanya 2,5 juta ton. Produksi tersebut berasal dari Usaha Garam Rakyat 2,2 juta ton. Selebihnya dari PT Garam dan swasta, yang jumlahnya relatif kecil.

Kekurangan Garam dipenuhi dengan menggelar impor pada tahun 2023 sebesar 2.807.857,3 ton dengan nilai sekitar 135,3 juta dolar AS.

Adsense

Untuk mendukung kebijakan Pemerintah menghentikan impor garam perlu dipertimbangkan melakukan hal-hal sebagai berikut : Pertama, memperkuat dan memperluas cakupan dan kemampuan Usaha Garam Rakyat dengan bantuan modal dan teknologi modern. Mengingat faktor cuaca sangat rentan terhadap Usaha Garam Rakyat, maka perlu dipertimbangkan upaya modifikasi cuaca oleh Pemerintah. Pemasaran dan pergudangan Garam rakyat perlu difasilitasi sehingga produksi yang meningkat dapat dikelola dan dipasarkan dengan baik.

Baca juga : Fraksi PKS: Gencatan Senjata Israel-Hamas Harus Permanen

Kedua, PT Garam sebagai satu-satunya BUMN yang pada awalnya dimaksudkan dapat memenuhi kebutuhan garam nasional belum dapat menjalankan misinya. Walau sudah berkiprah hampir 64 tahun (berkali-kali berubah status -PN ke Perum, dan kemudian perseroan). Bermacam-macam persoalan yang dihadapi. Dari hasil audit BPK RI dapat ditelusuri masalah yang ada di PT Garam. Mulai dari fraud, ketidakmampuan memenuhi target produksi yang ditetapkan sendiri, keterbatasan modal dan teknologi yang usang merupakan penyakit kronis yang harus segera dicarikan solusi yang tepat.

Ketiga, kepada pihak Swasta dalam negeri yang berminat dan yang sudah existing di industri pergaraman nasional perlu dipacu untuk meningkatkan produksi dalam rangka mendukung program Pemerintah menyetop impor Garam. Kepada industri yang baru memulai usaha memproduksi garam, Pemerintah dapat memberikan fasilitas perpajakan yang rasional dan fasilitas perbankan yang bersifat mendorong kegiatan usaha. 

Kepada BPOM dan BPS diharapkan dapat membantu pihak industri untuk mengetahui dan menghitung kebutuhan garam industri dalam negeri. Angka yang kredibel akan sangat membantu Pemerintah dalam menetapkan kebijakan. 

Baca juga : Hasto Irit Bicara

Dan bagi industri Garam, angka kebutuhan dalam negeri sangat membantu dalam proses perencanaan bisnis perusahaan. Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai leading sektor dan regulator di bidang Usaha Produksi Garam Nasional dapat memainkan peran strategis dan taktis dalam merealisasikan  kebijakan pemeritah menyetop impor Garam. Semoga!

Oleh: Rizal Djalil

Anggota DPR RI Periode 1999-2009, Pernah Memimpin Audit Kinerja Kementan Dan KKP 2015-2019

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense