Sebelumnya
Penuturan salah satu personel di Pos TNI AL Tanjung Pasir, timnya masih menunggu arahan dari pusat.
Di tempat terpisah, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Wahyu Sakti Trenggono mengaku kaget mengetahui pagar laut tersebut dibongkar. Dia mengaku baru tahu kabar pembongkaran itu dari media. Menurutnya, pagar tersebut sebaiknya jangan dulu dicabut. Tujuannya, untuk mengetahui siapa pemiliknya.
“Kalau dibongkar gimana, nggak ada yang ngaku kan repot. Dan kamu (media) ngejar saya lagi, nanya siapa yang punya,” katanya, usai Rapat Koordinasi Penanganan Sampah Laut di Pulau Bali, di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (19/1/2025).
Operasi pembongkaran ini dipimpin langsung oleh Komandan Pangkalan Utama AL (Danlantamal) III Jakarta, Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto pada Sabtu (18/1/2025).
Baca juga : Dijadwalkan Pukul 08.30, Baru Dilaksanakan 11.15
Sebanyak tiga pasukan khusus TNI AL dikerahkan. Mereka adalah Komando Pasukan Katak (Kopaska), Marinir, dan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair). Ada 600 personel TNI AL yang dikerahkan dan dibantu masyarakat sekitar.
Kembali ke Trenggono. Ia berencana melakukan koordinasi dengan TNI AL agar pagar tersebut tidak dibongkar habis. Pemerintah, kata dia, ingin memiliki barang bukti untuk menjewer sang pemilik.
“Menurut kami, sebaiknya barang bukti yang sedang dalam penyelidikan, ya jangan dibongkar. Iya kan. Nanti itu kan ada arus dan lain sebagainya, nanti terdampak,” pesan Trenggono.
Hingga saat ini, Trenggono mengaku belum mengetahui siapa pemilik pagar bambu tersebut. Pihaknya baru melakukan pemanggilan kepada para pihak yang mengetahui pagar tersebut. Salah satunya Kelompok Nelayan Pesisir Utara. Namun, kelompok nelayan itu, belum juga datang.
Baca juga : Kaka Suminta: Masih Ada Tarik Menarik Di DPR
Trenggono ingin mengetahui apa alasan pemilik pagar. Jika dari aspek teknis, tentu ada di kementeriannya. Namun, jika urusannya lingkungan hidup, akan menjadi ranah Kementerian LH.
“Ini bersama dengan LH kita kaji, tapi yang paling penting siapa yang melakukan itu dan untuk kepentingan apa,” tegasnya.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengaku pihaknya telah mengumpulkan semua data terkait kasus tersebut. Data tersebut nantinya akan diteliti oleh tim forensik untuk mengetahui ada tidaknya kerusakan lingkungan dalam kasus tersebut.
“Semua data sudah kita collect,” kata Faisol di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (19/1/2025).
Baca juga : Ahmad Doli Kurnia Tandjung: Perbaikan Sistem Harus Dikonkretkan
Timnya saat ini sudah mengumpulkan barang bukti, baik berupa dokumentasi maupun sampel dari lokasi kejadian. Pihaknya juga meminta keterangan sejumlah ahli untuk mengetahui dampak terhadap lingkungan terkait kasus pagar misterius tersebut.
“Pemanggilan para ahli juga kami lakukan untuk mendefinisikan apa yang sebenarnya terjadi dengan kondisi pemagaran tadi tentu mereka lebih expert,” pungkasnya. [MEN/BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.