BREAKING NEWS
 

Mangkir Pemeriksaan Kejagung

Tersangka Kasus Impor Gula Ditangkap Di Pangkalan Bun

Reporter : OSPI DARMA
Editor : RIFFMY
Rabu, 22 Januari 2025 07:17 WIB
Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap tersangka kasus dugaan korupsi impor gula tahun 2015-2016, Direktur Utama PT DSI, HAT. (Foto: Maulani Mulianingsih/detikcom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap tersangka kasus dugaan korupsi impor gula tahun 2015-2016, HAT. Direktur Utama PT DSI itu, dianggap buron lantaran tak pernah memenuhi panggilan penyidikan kasus yang merugikan negara Rp 578 miliar ini.

Tersangka HAT tiba di Kejagung pada Selasa, 21 Januari 2024 pukul 16.10 WIB dengan kondisi tangan diborgol, mengenakan topi hitam dan rompi pink.

Baca juga : Pemerintah Target Terangi 6.700 Dusun

Dia ditangkap penyidik Gedung Bundar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, lalu diterbangkan ke Surabaya untuk transit. Penerbangan dilanjutkan ke di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar mengutarakan, HAT sudah pernah dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi, namun selalu mangkir. Hingga kemudian dia ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga : Cafe Dan Restoran Serobot Trotoar Jadi Tempat Parkir

“Setelah penyidik mendapat­kan informasi bahwa tersangka ada di Pangkalan Bun maka yang bersangkutan diamankan dan dibawa ke Kejaksaan Agung untuk dilakukan penahanan,” katanya di Gedung Kejagung, Selasa, 21 Januari 2025.

Dengan ditahannya HAT, maka sudah delapan dari sembi­lan tersangka baru kasus impor gula tahun 2015-2016 yang dikerangkeng. Sedangkan satu tersangka lagi yakni ASB masih dicari. Direktur Utama PT KTM itu telah dicekal ke luar negeri.

Baca juga : PSG Vs Manchester City, Mesin Gol City Mulai Dipanaskan

“Kami sedang mengumpulkan informasi, keberadaan yang ber­sangkutan seperti apa, apakah karena sakit misalnya atau memang tidak di tempat,” kata Harli.

Adsense

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi impor gula tahun 2015-2016. Mereka adalah TWN selaku Direktur Utama PT AP, WN selaku Presiden Direktur PT AF, AS selaku Direktur Utama PT SUJ, IS selaku Direktur Utama PT MSI, PSEP selaku Direktur PT MT, HAT selaku Direktur PT DSI, ASB selaku Direktur Utama PT KTM, HFH selaku Direktur Utama PT BMM, dan ES selaku Direktur PT PDSU.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense