Dark/Light Mode

Bantah Retak Dengan Ara, Hashim: Masih Cipika-cipiki

Selasa, 21 Januari 2025 08:33 WIB
Hashim Djojohadikusumo (kanan) bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Foto: Ilham Wancoko/Jawa Pos)
Hashim Djojohadikusumo (kanan) bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Foto: Ilham Wancoko/Jawa Pos)

RM.id  Rakyat Merdeka - Adik kandung Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, membantah tudingan yang menyebutkan hubungannya dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara, retak. Hashim memastikan masih cipika-cipiki dengan Ara.

Sebelumnya, beredar video viral di media sosial yang menarasikan Hashim menolak bersalaman dengan Ara. Video ini adalah potongan kegiatan setelah acara penandatanganan kerja sama (MoU) 1 Juta Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah dengan Investor Perumahan (SHK) Kerajaan Qatar Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2025).

Dalam video itu, Ara menghampiri Hashim yang sedang ngobrol dengan sejumlah pejabat. Ara lalu terlihat seperti mengulurkan tangan mengajak Hashim salaman. Namun, Hashim tak menyambutnya. Hashim justru menarik tangannya sehingga kejadian ini dinarasikan sebagai keretakan hubungan.

Mengetahui video ini ramai dengan narasi perseteruan, Hashim pun membantahnya. Kata Ketua Satuan Tugas Perumahan ini, narasi di media sosial sama sekali tidak benar. "Maaf ya, itu hoaks," katanya, kepada wartawan, di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta, Senin (20/1/2025).

Baca juga : BTN Kuasai 100 Persen Saham Victoria Syariah

Dia menjelaskan, saat itu Ara mengajaknya untuk melakukan jumpa pers. Namun, ajakan Ara itu terpaksa ditolaknya. Sebab, Hashim dipanggil Presiden Prabowo yang dinilainya lebih penting. Sehingga, Ara harus menghadapi awak media tanpa kehadiran Hashim.

"Saya dipanggil Pak Prabowo, bicara dengan investor dari Qatar. Ya instruksi Presiden lebih penting ya," jelasnya.

Hashim pun memastikan, hubungan dengan Ara baik-baik saja. "Orang cipika-cipiki sama beliau kok," ucap Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu. 

Ara juga membantah kabar miring tersebut. Ara menjelaskan, selepas kejadian dalam video itu, dirinya dan Hashim justru bersama-sama menggelar konferensi pers. "Berarti yang adu domba nggak berhasil," ucapnya, di tempat yang sama.

Baca juga : Dorong Pemerataan, PSN Mau Dievaluasi

Dalam konferensi pers acara itu, Ara menyampaikan komitmen Pemerindah dalam menyediakan perumahan untuk rakyat. Komitmen ini ditunjukkan dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk mempercepat penyediaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah. 

“Sesuai arahan Presiden, ini kerja sama antar-Pemerintah. Kemudian tugas kami kita jadi tim yang solid, menyiapkan lahan yang dimiliki negara," ungkap Ara. 

Dia menambahkan, beberapa kementerian telah menghibahkan aset untuk dibangun perumahan bagi rakyat berpenghasilan rendah. Termasuk Menteri BUMN Erick Thohir yang telah mengintruksikan jajarannya menyiapkan aset, guna mengimplementasikan perintah Presiden Prabowo. 

"Pak Erick nanti akan menyiapkan dari PTP (Pemindahan Tempat Persilangan) Kereta Api, Perumnas. Kemudian juga dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) ada di Kemayoran, ada di sekitar Senayan. Lalu dari Kementerian Keuangan dari DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara) ada di Kalibata,” terang politisi Partai Gerindra itu. 

Baca juga : Duh, Kasus Kekerasan Seksual Naik Drastis

Ara lalu menyatakan, target dari pembangunan 3 juta unit hunian dalam dua bulan ini sudah menujukkan hasil yang signifikan. Bahkan, dia menyebut terdapat banyak investor di bidang perumahan yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia.

“Ini terjadi berkat kepercayaan publik kepada Bapak Presiden yang sangat tinggi, dan ini bukan investor satu-satunya yang akan datang di bidang perumahan,” tuturnya.

Sementara Hashim, yang bertugas dalam menyusun kebijakan Pemerintah dalam hal ini, menyampaikan apresiasi atas penandatanganan MoU Pemerintah dengan investor asal Qatar tersebut. Hashim berharap, proyek ini dapat selesai dalam tepat waktu.

“Pihak Indonesia diwakili Pak Ara Sirait. Kita berharap dalam waktu yang sesingkat-singkatnya bisa mulai dengan proyek pertama yang akan dilaksanakan Sheikh Abdulaziz Al Thani,” ujar Hashim.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.