Dark/Light Mode

5 Tahun Lagi Bakal Disetop

Impor BBM Rugikan Negara Rp 500 Triliun

Selasa, 21 Januari 2025 08:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan di acara peresmian proyek strategis ketenegalistrikan di Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan di acara peresmian proyek strategis ketenegalistrikan di Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menargetkan 5 tahun lagi Indonesia bakal setop impor BBM. Pasalnya, impor BBM yang selama ini dilakukan pemerintah, telah rugikan negara Rp 500 triliun setiap tahunnya.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan di acara peresmian proyek strategis ketenegalistrikan di Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025). Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya melakukan swasembada energi demi memenuhi kebutuhan nasional.

Saat ini, kata Prabowo, Pemerintah tengah melakukan kajian terkait impor BBM. Dia optimis, tak lama lagi keran impor BBM bakal ditutup. Indonesia, tidak perlu lagi tergantung pada impor untuk penuhi pasokan BBM dalam negeri. “Saya punya keyakinan dalam lima tahun kita tidak akan impor BBM lagi,” kata Prabowo.

Baca juga : “Luka Satu, Luka Kita Semua”

Menurutnya, pemenuhan energi sangat penting untuk keberlangsungan suatu negara. Terlebih, Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah, sehingga mampu untuk melakukan transformasi.

Kondisi ini bisa membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang paling sukses melakukan transformasi energi fosil menjadi energi terbarukan. Namun, ia meminta agar rencana ini tidak digembar-gemborkan.

“Banyak negara teriak-teriak, kita tidak usah teriak-teriak, tapi kita mewujudkan, kita mengarahkan,” pesan Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Baca juga : Maman Imanul Haq: Melanggar Prinsip Pengelolaan Zakat

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia rugi besar karena masih impor BBM. Karena produksi dalam negeri yang rendah, setiap tahunnya negara harus impor minyak hingga Rp 500 triliun.

Saat ini lifting minyak nasional berada pada titik terendah. Yakni 590-600 ribu barel per hari. Sedangkan konsumsi minyak nasional sekitar 1,6 juta barel per hari. Selisihnya, dipenuhi melalui impor.

“Uang kurang lebih sekitar Rp 500 triliun yang bisa hilang per tahun untuk membeli minyak. Ini juga salah satu kenapa nilai tukar rupiah kita menurun terhadap dolar,” ungkap Bahlil di HUT ke-65 MKGR, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Minggu (19/1/2025).

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Bukan Cuma Zakat, Manfaatkan Dana CSR

Kondisi ini membuat Presiden memberikan target ambisius kepada Menteri ESDM. Yakni mengejar target lifting minyak 1 juta barel per hari pada tahun 2028-2029. Dengan begitu, Indonesia tak lagi impor BBM pada 2029.

“Kami targetkan, tadi arahan Bapak Presiden, di 2028-2029 lifting kita harus mencapai 1 juta barrel per day agar kita mampu untuk tidak melakukan impor minyak lagi pada tahun 2029,” kata Bahlil.

Sebagai catatan, dalam asumsi makro APBN 2025 ditetapkan lifting minyak bumi ditargetkan 605 ribu barel per hari. Sedangkan lifting gas bumi ditargetkan 1.005 ribu barel setara minyak per hari.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.