Hasil survei kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan publik. Meskipun 100 hari pertama merupakan masa yang relatif singkat untuk menilai keberhasilan suatu pemerintahan secara menyeluruh, tetapi dengan waktu yang cukup singkat ini bisa menjadi gambaran awal mengenai arah kebijakan dan langkah strategis yang diambil pemerintahan Prabowo-Gibran. Kinerja 100 hari pertama kerap dijadikan indikator awal untuk mengevaluasi persoalan yang mendesak serta membangun kepercayaan publik.
Survei kepuasan publik juga menunjukkan hasil yang cukup signifikan dengan angka 80,9 persen, sementara tingkat ketidakpuasan berada di angka 19,1 persen memicu diskursus publik di berbagai kalangan. Survei ini dilakukan Litbang Kompas pada 4-10 Januari 2025 dengan melibatkan 1.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi Indonesia dengan tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar plus minus 3,10 persen.
Dengan angka survei yang tinggi, tentu ini menjadi “penyemangat” pemerintah Prabowo-Gibran untuk bekerja keras dalam merealisasikan janji-janji politiknya. Selain itu, juga bisa menjadi refleksi untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja ke depan. Meskipun ada beberapa kalangan yang mempertanyakan hasil survei, lebih karena menggambarkan situasi kepuasan publik di masa bulan madu dan kepemimpinan populisme semata dari pada representasi kinerja nyata pemerintahan Prabowo-Gibran.
Bulan Madu Politik
Baca juga : Cuaca Besok Hujan Atau Panas? Intip Prediksi BMKG Untuk Tangerang, Sabtu (25/1)
Dalam konteks politik, waktu 100 hari pertama pemerintahan kerapkali disebut sebagai fase bulan madu. Pada fase ini pemimpin masih menikmati popularitas dan legitimasi yang kuat, yang biasanya juga disertai dengan ekspektasi dan antuasiasme masyarakat yang besar pada pemerintahan baru. Survei yang diselenggarakan dalam 100 hari pertama pada pemerintahan akan cenderung menunjukkan persepsi positif dari publik. Hasil tingkat kepuasan yang tinggi merupakan rangkaian dari euforia politik, bukan bagian dari evaluasi objektif atas kinerja pemerintahan.
Fase bulan madu ini kerap ditandai dengan dukungan yang luas dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat kecil hingga elite pendukung pemerintahan. Pemerintahan baru mendapatkan ruang apresiasi yang besar dari rakyat dalam merepresentasikan program kerjanya, Ketika fase bulan madu ini berakhir maka publik akan melihat hasil nyata kinerja pemerintahan yang benar-benar mengubah kondisi masyarakat sesuai dengan program dan janji saat kampanye pilpres, bahkan ketidakpuasan bisa muncul ketika fase bulan madu ini berakhir.
Perlu digaribawahi bahwa meskipun survei menunjukkan hasil yang sangat memuaskan pada 100 hari pemerintahan Probowo-Gibran, hasil ini belum tentu merepresentasikan kinerja jangka panjang (longterm). Rangkaian euphoria ini bisa berubah ketika pemerintah tidak bisa mempertahankan performa kinerjanya dengan hasil yang nyata, apalagi menghadapi realitas ekonomi, politik, sosial yang semakin rumit dan kemudian pemerintah tidak berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Kepemimpinan Populisme
Populisme bisa menjadi gaya kepemimpinan dengan cara membangun dukungan melalui gimmick politik yang mampu menyentuh emosional khalayak. Gimmick politik merupakan strategi yang dilakukan aktor politik atau pemimpin untuk menarik perhatian khalayak, dengan menggunakan simbolis tetapi tidak selalu mempunyai dampak substansial terhadap kebijakan atau perubahan yang nyata.
Baca juga : Blackstone Picture dan Bigbeng Production Buat Drama Komedi Bambang Sedunia
Penyataan Prabowo yang meminta maaf karena belum seluruh anak Indonesia mendapatkan makan bergizi gratis dan target pada akhir tahun 2025 seluruh anak Indonesia akan mendapatkan Makan Siang Bergizi Gratis, lalu muncul pertanyaan kritis, apakah semua anak Indonesia benar-benar membutuhkan program pemerintah ini? Bagaimana dengan kelompok anak yang berasal dari kelas ekonomi menengah-atas, bukankah lebih baik program ini menyasar untuk anak-anak yang benar-benar membutuhkan untuk perbaikan gizi? Tentu kita tidak ingin program ini hanya menjadi kebijakan populisme yang hanya bertujuan menciptakan citra dan persepsi publik atas kinerja pemerintah.
Pemimpin populis sering kali menggunakan narasi atau retorika yang memberikan ekspektasi tinggi kepada rakyatnya. Populisme kerap memprioritaskan klaim bahwa merupakan suara rakyat kecil yang akan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Dengan menggunakan strategi komunikasi yang sederhana, langsung, dan bisa dimengerti khalayak, tanpa benar-benar memahami permasalahan yang sebenarnya.
Meskipun populisme bisa secara efektif dalam membangun kepercayaan rakyat, tapi kerap bersifat sementara saja, setelah itu bisa memunculkan ketegangan dalam jangka panjang. Pada pemerintahan sebelumnya juga demikian, rakyat masih melihat dari sisi positifnya saja, tidak pernah melihat secara menyeluruh (holistik) dari berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Namun, ketika ekspektasi tidak benar-benar bisa dibuktikan secara nyata, maka ketidakpuasan bisa berkembang. Ketika itu terjadi, kritik pada pemerintahan bisa lebih keras dan tajam, mengingat para pemimpin populis lazimnya tidak menyiapkan fondasi kebijakan yang kokoh dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, pemerintahan Prabowo-Gibran perlu bekerja keras untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat yang saat ini sangat signifikan. Tidak banyak masa awal pemerintahan yang memperoleh apresiasi khalayak begitu tinggi, sehingga hal ini semestinya menjadi modal politik yang kuat untuk memacu kinerja lebih keras lagi untuk mewujudkan program dan janji-janji politik di masa kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden.
Peran Media dalam Menciptakan Populisme
Baca juga : Cuaca Besok Hujan Atau Panas? Ini Prediksi BMKG Untuk Tangerang, Sabtu (18/1)
Media sangat berperan dalam menciptakan dan mengkonstruksi secara signifikan narasi kepuasan publik. Pemerintahan populis pasti akan memanfaatkan media untuk memasarkan keberhasilan yang sudah dicapai, baik secara simbolik maupun substansial. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan andalan program Prabowo-Gibran yang bisa diimplementasikan kepada siswa tingkat Sekolah Dasar, meskipun belum merata pada semua siswa sekolah di seluruh Indonesia, tetapi Prabowo-Gibran sudah menunjukkan keseriusan program Makan Begizi Gratis bisa direalisasikan di sekolah.
Program-program simbolik seperti “Makan Bergizi Gratis” bisa menjadi alat komunikasi yang efektif untuk memperkuat citra positif pemerintahan Prabowo Gibran. Karena program ini dianggap langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan mudah diterima oleh publik. Dengan pemberitaan media, citra positif akan mudah diagendakan oleh pemerintah.
Dalam teori Agenda Setting Media, yang dianggap penting oleh media cenderung memengaruhi persepsi khalayak mengenai isu tersebut. Media memiliki kemampuan untuk menentukan agenda dan prioritas perhatian publik melalui cara pemberitaannya. Jika media memberitakan suatu isu secara positif, khalayak juga akan cenderung memandang isu tersebut dengan hal yang penting dan bernilai positif. Sebaliknya, jika pemberitaan negatif, media juga mendorong khalayak memaknainya dengan cara yang sama. Dengan demikian, persepsi yang dibangun media kerap berkorelasi dengan persepsi khalayak, terutama dalam pemberitaan mengenai kinerja pemerintahan. Agenda setting ini menjadi salah satu indikator penting dalam membentuk citra publik terhadap pemerintah melalui cara isu-isu yang diberitakan.
Dengan demikian, kita perlu membaca survei dalam berbagai konteks, agar kita memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh, sehingga tidak bisa diukur hanya dengan satu atau dua keberhasilan program pemerintahan, tetapi tentu saja ini menjadi langkah maju untuk pemeritahan Prabowo-Gibran agar terus merealisasikan janji dan program yang telah direncanakan sehingga seluruh rakyat Indonesia merasakan kesejahteraan yang merata dari Sabang hingga Merauke.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.