Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Blackstone Picture dan Bigbeng Production Buat Drama Komedi Bambang Sedunia
Rabu, 22 Januari 2025 16:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Blackstone Picture dan Bigbeng Production akan memproduksi film drama komedi bertajuk 'Bambang Sedunia'. Film ini mengusung pesan moral tentang bahaya pinjaman bank keliling (bangke), pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol). Mantan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mantan Ketua Komisi III DPR Bambang Pacul akan bermain di film tersebut. Keduanya akan berperan sebagai Bambang.
Bamsoet menerangkan, film Bambang Sedunia menceritakan tentang kehidupan warga perkampungan padat penduduk yang terdapat banyak warga dengan nama Bambang. Warga perkampungan tersebut banyak yang memiliki masalah keuangan, karena rata-rata pekerjaan warga pendapatan di bawah UMR.
"Masalah muncul ketika warga pemukiman mulai terjerat pinjol, judol, dan bangke," ujar Bamsoet, usai menerima perwakilan Blackstone Picture dan Bigbeng Production, di Jakarta, Rabu (22/1/2025). Perwakilan Blackstone Picture dan Bigbeng Production hadir antara lain Bambang Dirgantoro, Bambang Mukti Nugroho, dan Dwi Setya Pratiwi.
Baca juga : LPKR Siapkan Inovasi dan Perluasan Produk Baru di Park Serpong
Mantan Ketua DPR ini menjelaskan, judol, telah menjadi salah satu fenomena yang meresahkan masyarakat Indonesia. Pertumbuhan judol di Tanah Air telah menciptakan masalah sosial yang cukup serius, mulai dari kondisi keuangan individu hingga dampaknya terhadap keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.
Dengan perputaran uang yang tidak sedikit, judol sulit untuk dibersihkan dari masyarakat, meskipun pemerintah dan pihak berwenang berusaha keras. Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat, nilai transaksi judol mencapai lebih dari Rp 600 triliun pada kuartal I-2024. Angka tersebut meningkat 83,5 persen dari tahun 2023 sebesar Rp 327 triliun.
"Sementara, data dari Kemenko Polkam mencatat sepanjang tahun 2024 tercatat ada sekitar 8,8 juta warga yang bermain Judol. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 persennya adalah masyarakat bawah dan anak muda," kata Bamsoet.
Baca juga : Menlu Sugiono Harap Kolaborasi ICWA Kembangkan Diplomasi RI
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini memaparkan, masyarakat yang terjerat Judol sering kali mencari tambahan dana dengan meminjam uang. Pinjol dan bank keliling sering kali menjadi pilihan cepat bagi masyarakat yang mengalami kesulitan keuangan.
Menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), angka utang di sektor Pinjol meningkat secara signifikan, dengan lebih dari 4 juta debitur mengalami masalah ketika mencoba membayar Pinjol mereka.
Bamsoet menambahkan, judol, pinjol dan bank keliling memiliki hubungan yang erat. Mereka yang terjerat judol sering kali tidak dapat mengendalikan kecanduan mereka dan menghabiskan semua uang yang dimiliki dalam waktu singkat. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar biaya judi, mereka terpaksa beralih kepada Pinjol atau bank keliling.
Baca juga : Warga Binaan Diajak Jadi Brigade Pangan
"Jumlah utang yang menumpuk dapat memberatkan kondisi finansial dan emosional, sehingga mendorong mereka untuk terus berjudi dengan harapan mendapatkan kembali uang yang hilang," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya