BREAKING NEWS
 

Tanggapi Adanya Upaya Pecah Belah

Jokowi: Hubungan Saya Dan Pak Prabowo Sangat Solid

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : SISWANTO
Rabu, 12 Februari 2025 08:20 WIB
Presiden ke-7 Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Facebook/Prabowo Subianto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden ke-7 Jokowi turut berbicara soal hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto. Jokowi mengaku, hubungannya dengan Prabowo sudah terjalin lama dan sangat solid. Jokowi juga mengungkapkan banyak belajar dari Prabowo.

Hal tersebut disampaikan Jokowi di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Selasa (11/2/2025). Saat itu, awak media meminta tanggapan tentang pertanyaan Prabowo yang disampaikan di Surabaya, sehari sebelumnya. Dalam kesempatan itu, Prabowo memuji Jokowi sebagai guru politiknya. Eks Danjen Kopassus itu juga bicara soal ada pihak yang ingin memisahkannya dengan Jokowi.

Menanggapi pernyataan Prabowo itu, Jokowi tersenyum. Jokowi mengaku belajar banyak soal politik kepada Prabowo.

“Saya yang belajar politik ke Pak Prabowo. Saling belajar,” kata Jokowi.

Hanya saja, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak merinci hal apa yang dia pelajari dari Prabowo. “Banyak sekali,” ujarnya, sambil tertawa.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengakui memang meminta Prabowo untuk berkenalan dengan Khofifah Indar Parawansa menjelang Pilpres 2024. “Ya, kalau itu iya, benar. Saya yang menyampaikan, dalam rangka Pilpres, ‘Pak Prabowo sebaiknya ketemu dengan Bu Khofifah di Surabaya, ya, berdiskusi mengenai Jawa Timur.’ Itu aja,” papar Jokowi.

Baca juga : Ngantor 3 Hari, WFA 2 Hari

Jokowi juga kemudian menanggapi pernyataan Prabowo terkait adanya pihak-pihak yang berupaya memisahkan hubungan mereka. Menurut Jokowi, hubungannya dengan Prabowo saat ini baik-baik saja. “Jadi hubungan kami hubungan baik yang sudah terjalin lama dan sampai saat ini ya hubungannya sangat solid,” ujarnya.

Bahkan, menurut Jokowi, hubungannya dengan Prabowo tetap erat dan tidak pernah mengalami permasalahan. Ia menegaskan bahwa selama ini tidak ada kendala di antara mereka. “Sama sekali tidak pernah ada masalah,” ujar Jokowi.

Saat ditanya soal pihak-pihak yang ingin merusak hubungan mereka, Jokowi tampak santai dan tidak mempermasalahkannya. Ia meyakini bahwa hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto tetap baik dan tidak akan terganggu oleh upaya semacam itu.

“Jadi sekali lagi hubungan saya dengan Bapak Prabowo itu hubungan baik yang lama terjalin,” tuntasnya.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan, ada pihak yang ingin memisahkan hubungannya dengan Jokowi. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Pembukaan Kongres Ke-XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Jatim International Expo, Surabaya, Senin (10/2/2025). Dalam acara itu hadir Gubernur Jawa Timur Terpilih yang juga Ketum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

Prabowo membuka sambutannya dengan memberikan pujian kepada Khofifah. Ia mengaku awalnya tidak mengenal Khofifah secara dekat. Namun, menjelang Pilpres 2024, ia mulai mengenalnya lebih baik setelah diminta oleh Jokowi untuk bertemu dengan Khofifah.

Baca juga : Makan Bergizi Gratis Seperti Hajatan Kawin

“Benar begitu, Ibu Khofifah?” ujar Prabowo dalam sambutannya.

“Yang meminta saya menemui Ibu Khofifah itu Pak Jokowi. Benar?” kata Prabowo, sambil menengok ke arah Khofifah. Menanggapi pertanyaan itu, Khofifah pun mengangguk-angguk sambil tersenyum.

Prabowo mengaku untuk urusan politik banyak belajar dari Jokowi. “Saya belajar dari Pak Jokowi dalam berpolitik. Jangan malu-malu mengakui,” kata Prabowo disambut tepuk tangan ribuan hadirin.

Adsense

Sayangnya, lanjut Prabowo, saat ini ada pihak yang ingin memisahkan hubungannya dengan Jokowi. “Ada yang sekarang mau misah-misahkan saya dengan Pak Jokowi. Lucu juga untuk bahan ketawa boleh,” kata Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu pun meminta rakyat agar jangan mau dipecah-belah. Menurut dia, pihak yang ingin memecah belah ini adalah yang tak suka dengan Indonesia rukun dan damai.

Prabowo juga mengingatkan agar tetap menghormati para pemimpin, termasuk mereka yang sudah tidak lagi berkuasa. Ia menilai tidak seharusnya mantan pemimpin diolok-olok atau direndahkan.

Baca juga : Survei BI, Masyarakat Pede Ekonomi Membaik

“Kadang ada yang sudah tidak berkuasa malah dikuyu-kuyu, dijelek-jelekkan. Jangan seperti itu. Kita harus menghormati semua,” ujar Prabowo

Menurut Prabowo, upaya adu domba atau memecah belah dalam politik sudah lama terjadi di Indonesia. Hasilnya, cuma merugikan. Karena itu, Prabowo meminta semua pihak tak usah menghiraukan riak-riak yang berusaha memisahkannya dengan Jokowi.

“Dari ratusan tahun divide et impera itu adalah taktik strategi untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia, nggak usah dihiraukan,” tegas dia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense