Dark/Light Mode

Kata Sri Mulyani

Makan Bergizi Gratis Seperti Hajatan Kawin

Rabu, 12 Februari 2025 08:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan pada acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2025 di Jakarta, Selasa (11/2/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan pada acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2025 di Jakarta, Selasa (11/2/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengibaratkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti menggelar hajatan pernikahan karena betapa kompleksnya menjalankan program tersebut.

Hal tersebut disampaikan Sri Mul dalam acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2025).

Dalam acara itu, Sri Mul mengakui kalau menjalankan program MBG bukan sebuah tugas yang mudah. Ia mencontohkan saat menggelar hajatan pernikahan. Undangan untuk acara tersebut biasanya 200 hingga 300 orang. Bahkan bisa untuk orang kaya bisa hingga 5.000 orang.

Menurut Sri Mul, pihak keluarga yang menggelar pesta itu pasti mempersiapkan segala sesuatu untuk tersebut jauh-jauh hari. Acara persiapan tersebut bisa berbulan-bulan bahkan hingga setahun. Nah, kata Sri Mul, begitu juga program MBG. Hanya saja yang membedakan, dalam program MBG, pemerintah harus menyediakan makanan bergizi untuk 5.000 orang di setiap dapur fasilitas setiap hari selama satu tahun.

Baca juga : Survei BI, Masyarakat Pede Ekonomi Membaik

“Jadi, (menjalankan program MBG itu) rasanya seperti memiliki pesta pernikahan setiap hari selama setahun,” kata Sri Mul.

Dalam kesempatan itu, Sri Mul menegaskan, Pemerintah akan terus mendukung program MBG. Baik dari sisi anggaran maupun kapasitas Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melaksanakan program tersebut. Saat ini, penyaluran makan bergizi gratis mencakup 350.000 sekolah dan lebih dari 90 juta siswa di seluruh Indonesia selama lima hari per minggu.

Menurut Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, program MBG mampu berkontribusi sebesar 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. “Itulah sebabnya ini akan menjadi salah satu prioritas utama. Tidak hanya dalam hal anggaran, tetapi yang terpenting dalam pelayanan,” ujar Sri Mul.

Sri Mul menyebut, program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini melibatkan sekitar 185.000 pekerja dan berpotensi menurunkan angka kemiskinan hingga 0,19 persen. Menurutnya, terdapat tiga skema dari penyaluran MBG yakni; yang saat ini berlaku, target awal dan opsi ekspansi.

Baca juga : Bambang Haryadi: Divideokan Saja, Sebagai Pengawasan

Anggaran MBG saat ini adalah Rp 71 triliun. Namun, Badan Gizi Nasional menegaskan masih perlu suntikan dana Rp 100 triliun pada 2025 agar target 82,9 juta penerima bisa tercapai.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, sebanyak 60 persen anak-anak Indonesia belum mengonsumsi makanan dengan gizi yang lengkap.

“Jadi mereka kaget kalau kita sajikan ada karbohidrat, protein, sayuran, buah serat, dan ada susu. Itu 60 persen anak Indonesia tidak pernah melihat menu seperti itu,” ungkap Dadan saat peluncuran Center of Excellence (CoE) atau pusat riset unggulan di kawasan Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2025).

Ia menyebutkan, 60 persen anak Indonesia tidak mengonsumsi susu karena tak mampu membeli, bukan karena tidak cocok atau laktosa intoleran. Fakta menunjukkan, setelah dikasih susu hampir satu tahun lebih, mereka tambah segar, bukan mencret-mencret. “Itu fakta yang menunjukkan,” paparnya.

Baca juga : Sri Wahyuni: Jangan Seperti Peristiwa Gas 3 Kg

Dadan menambahkan, pemberian gizi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dapat berperan dalam perkembangan otak dan mencegah stunting. Selain itu, intervensi gizi bagi anak sekolah hingga remaja sangat penting untuk memastikan pertumbuhan fisik yang optimal. “Dengan strategi ini, Indonesia menargetkan generasi emas 2045 yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan kuat,” kata Dadan.

Sementara itu, Istana mengungkapkan akan terus memantau masukan dari masyarakat terkait program MBG. Berbagai masukan dari masyarakat hingga siswa pun menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menerapkan program tersebut. “Saya kira perbaikan-perbaikan itu dilakukan setiap hari,” kata Kepala Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/2/ 2025).

Yang pasti, kata Hasan, evaluasi menjadi bagian dari penyempurnaan MBG. Menurutnya, Presiden Prabowo tentu memberikan perhatian khusus terhadap program tersebut. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.