RM.id Rakyat Merdeka - KH. Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus memberi pesa penting untuk Pemerintah dalam menghadapi kritik yang datang dari masyarakat. Termasuk, yang disampaikan mahasiswa lewat gelombang aksi demonstrasi di hampir seluruh Indonesia belakangan ini.
Gus Mus bilang, jangan sampai Pemerintah menganggap berbagai kritik dan saran sebagai sesuatu yang menyalahkan, menghina, bahkan melecehkan yang tak memberikan pengaruh positif.
Pemerintah harus menilainya sebagai hal yang positif agar menjadi momen untuk melakukan perbaikan.
"Maka harus memperbaiki diri, sepahit apapun kritikan itu, pasti sangat bermanfaat kalau disikapi dengan tenang," kata Gus Mus dalam program Ruang Sahabat Mahfud MD di kanal YouTube Mahfud MD Official dilihat Minggu (1/3/2025).
Baca juga : Beringin Ingin Lebih Dekat Dengan Rakyat
Apapun jenis gerakan protes dan kritik masyarakat, kata Gus Mus, harus dilihat secara menyeluruh. Tak bisa dinilai dari satu sisi. Bagi Gus Mus, jika sedang berada dalam mazhab yang pesimistis, tentu akan mengatakan Indonesia sedang gelap.
Sedangkan, jika sedang berada dalam mazhab yang optimistis, tentu akan mengatakan Indonesia sedang terang benderang.
Tetapi, kiai yang juga penyair ini meyakini sebuah kaidah, pasti keliru jika kita menggeneralisir sesuatu. Maka, Gus Mus juga berpesan kepada publik, harus melihat secara obyektif dan proporsional.
Gus Mus pun menyarankan, sebaiknya Pemerintah tidak melihat para kritikus sebagai musuh Pemerintah. Sebab, hanya akan kontraproduktif dan tak menghasilkan apapun.
Baca juga : Istana: Pemerintah Dukung Kejagung Usut Korupsi Minyak Mentah
"Kalau boleh saya nasehati, Pemerintah menerima saja. Ajak semuanya dialog, perbaiki nanti supaya terang semua," pesan pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin Rembang, Jawa Tenga itu.
Pakar hukum tata negara Mahfud MD mengingatkan, publik tidak bisa menjadi nihilis yang tidak mengakui kerja-kerja baik Pemerintah. Publik juga tidak bisa pula menjadi fatalis yang menyerahkan saja semua kepada Pemerintah.
"Sikap kritis obyektif merupakan sikap yang paling tepat," tutur Mahfud.
Mengutip syair Jalaluddin Rumi, Mahfud menyampaikan, jika melihat sekeliling gelap, lihatlah diri kita karena barang kali kita yang menjadi salah satu lilin penerang.
Baca juga : RI Pererat Kerja Sama Militer Dengan Rusia
Bagi Mahfud, syair itu tidak hanya mengajarkan untuk bersikap kritis obyektif, tapi mengajarkan untuk tidak putus asa.
"Pesimisme ekstrem tidak boleh, skeptisisme radikal juga tidak boleh. Sehingga terus saja berjuang, semua ada pintunya, jalannya, jangan perna putus asa dan lelah mencintai Indonesia," pesan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.