BREAKING NEWS
 

Menko Zulhas Kaget Harga-harga Naik

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 6 Maret 2025 08:15 WIB
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan berbincang dengan pedagang ayam saat meninjau harga bahan pokok di Pasar Johar Baru, Jakarta, Rabu (5/3/2025). (Foto: Humas Kemendag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki bulan Ramadan, harga-harga bahan pokok kompak naik. Menko Pangan Zulkifli Hasan kaget melihat kenaikan ini.

Hal tersebut dikatakan Zulhassapaan Zulkifli Hasan-saat mengecek harga pangan di Pasar Johar Baru, Jakarta, Rabu (5/3/2025) pagi. Zulhas didampingi Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dan Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Selama di pasar, Zulhas berbincang dengan beberapa pedagang, mulai dari pedagang sayuran, beras, ayam dan telur. Zulhas menanyakan harga bahan pokok dan membeli beberapa barang pokok.

Baca juga : Kejagung: Kualitas BBM Pertamina Sesuai Standar

Pada kesempatan itu, Zulhas kaget dengan melonjaknya harga cabe dan bawang. Zulhas mendapati harga cabe merah keriting di harga Rp 100 ribu per kilogram (kg). Kemudian, cabe rawit merah Rp 120 ribu per kg. Sementara, harga bawang merah dan bawang putih mencapai Rp 60 ribu per kg. “Wah, mahal sekali?” tanya Zulhas, kaget.

Setelah mendengar harga bahan pangan yang lainnya masih sesuai harga eceran tertinggi (HET), Zulhas terlihat happy. “Yang pedas memang satu, cabe. Harganya pedas juga. Namun, yang lain-lain sesuai dengan HET,” ujar Zulhas.

Ketua Umum PAN itu menyebut kenaikan harga cabe disebabkan oleh faktor cuaca, terutama musim hujan yang berdampak pada gagal panen. “Kalau musim hujan kan panennya gagal. Namun, biasanya nggak lama, biasanya dua minggu. Setelah nanti terang lagi, itu akan turun lagi,” ujarnya.

Baca juga : Istri Wali Kota Bekasi Disentil Gubernur Jabar

Sementara untuk bahan pokok lain seperti ayam, beras, minyak goreng dan telur, diakui Zulhas, cukup melimpah. “Kabar gembira dan membuat kita tenang, barangnya banyak. Mau ayam, mau beras, tadi banyak barangnya,” jelas Zulhas.

Di kesempatan sama, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengonfirmasi kenaikan harga cabe di Pasar Johar Baru. Namun, kenaikan harga cabe tergantung sumber pasokannya.

“Saya lihat nggak ada yang di atas HAP (harga acuan pembelian) dan HET, kecuali cabe. Cabe sekitar Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu,” sambung Arief.

Baca juga : Tinjau Korban Banjir, Gibran Becek-becekan, Celana Kena Lumpur

Meski melambung di pasaran, menurut Arief, kondisi ini justru menguntungkan petani karena harga cabe sebelumnya sempat anjlok. “Tiga sampai empat bulan lalu kan harga cabe juga jatuh. Hari ini, saudara-saudara kita petani cabe bisa recovery,” aku Arief.

Arief menjelaskan kenaikan harga cabe terjadi karena hujan yang membuat bunga cabe rontok, sehingga gagal berbuah. Ia menyarankan, pertanian cabe ke depan tidak lagi terbuka, tapi menggunakan greenhouse atau cukup untuk melindungi tanaman. Namun, ia optimistis harga cabe akan turun dalam beberapa minggu ke depan seiring dengan cuaca yang mulai panas. “Turun dong. Kan sudah mulai panas,” jelas dia.

Adsense

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso juga membenarkan tingginya harga cabe di pasaran. Namun, harga bahan pokok lainnya dalam kondisi relatif stabil.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense