Sebelumnya
Tol fungsional lain, lanjut Agus, akan diterapkan di Solo dan Yogya.
“Ini untuk menghindari penumpukan di Yogya. Solo-Yogya itu ada pintu tol yang exit di Klaten, terus sampai Prambanan, sampai di Taman Martali, ini jadi persoalan di ujung. Saat weekend saja, itu sudah penuh kalau ujungnya tidak dikelola. Sehingga di Yogya akan dilakukan rekayasa agar tidak terjadi kepadatan,” tandasnya.
Terpisah, anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron mengusulkan, pengelola tol memberi diskon khusus saat puncak arus mudik pada 28 Maret (H-3) dan arus balik pada 6 April (H+5).
Baca juga : PDIP Jabar Tantang KDM Bongkar Bangunan Swasta
Menurut dia, kebijakan diskon khusus diperlukan untuk menyebar kepadatan kendaaran saat menumpuk dijalan-jalan umum non tol.
“(Usulan kebijakan) diskon ini bertujuan untuk menyebar kepadatan kendaraan. Dengan begitu, kepadatan lalu lintas saat arus mudik dan balik lebih merata,” ujarnya.
Kepadatan lalu lintas saat arus mudik dan arus balik juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial X. Mereka berharap, perjalanan mudik tahun ini berjalan lancar, aman dan nyaman.
Baca juga : Lumayan, Kejagung Raup Rp 37,8 Miliar
“Mau naik pesawat biar nggak macet, tapi fulus gue kurang. Mau nggak mau, gue bawa mobil sendiri buat boyong keluarga. Semoga nggak ada macet dan tidak ada kecelakaan,” cuit akun @wuwiawwius.
“Gara-gara kalah war tiket kereta, gue jadi nebeng keluarga om biar bisa mudik ke Solo. Allhamdulilah gratis. Semoga nggak macet, biar nggak lama-lama di dalem mobilnya,” harap akun @dualimaahempat.
Akun @capbelibus mengingatkan para pemudik untuk mengecek kelayakan dan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran.
Baca juga : Hasil Panen Terserap, Harga Layak Dan Pasokan Terjaga
“Sebelum mudik pakai roda empat atau dua, cek dulu kendaraannya di bengkel. Kita harus hati-hati dan waspada. Jangan bikin susah dan celaka orang lain selama perjalanan mudik,” cetusnya. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.